Iran Bantah Klaim "Debu Nuklir" Trump, Uranium Tak Akan Dipindahkan

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan diplomatik antara Washington dan Teheran kembali memanas setelah pernyataan yang saling bertolak belakang soal nasib uranium Iran mencuat ke publik, memperlihatkan jurang perbedaan yang masih lebar di tengah upaya mengakhiri perang.

Kementerian Luar Negeri Iran secara tegas membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya menyebut Teheran siap menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya.

"Uranium yang diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke manapun," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, kepada televisi pemerintah pada Jumat (17/4/2026) malam.

Ia menegaskan bahwa isu pemindahan uranium tidak pernah menjadi bagian dari pembicaraan.
"Pemindahan uranium yang diperkaya milik Iran ke Amerika Serikat tidak pernah dibahas dalam negosiasi."

Klaim Trump

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump melalui platform Truth Social menulis:
"Amerika Serikat akan mendapatkan semua 'debu nuklir' yang dihasilkan oleh pengebom B2 kami yang hebat," merujuk pada uranium yang disebutnya terkubur akibat serangan udara AS tahun lalu.

Namun Baqaei menekankan bahwa fokus pembicaraan terbaru bukan lagi semata soal nuklir, melainkan upaya mengakhiri konflik yang lebih luas.

"Negosiasi sebelumnya berfokus pada isu nuklir, tetapi sekarang negosiasi berfokus pada mengakhiri perang, dan secara alami cakupan topik yang dibahas menjadi lebih luas dan lebih beragam," katanya.

Ia menambahkan bahwa prioritas utama Iran justru terletak pada pencabutan sanksi dan kompensasi.

"Rencana 10 poin untuk pencabutan sanksi sangat penting bagi kami. Isu kompensasi atas kerusakan yang terjadi selama perang yang dipaksakan juga sangat penting."

Timbal Balik

Pernyataan tersebut muncul setelah laporan media AS Axios menyebut Washington dan Teheran tengah membahas skema yang mencakup pelepasan dana Iran yang dibekukan sebesar US$20 miliar, sebagai imbalan atas penyerahan stok uranium yang diperkaya.

Meski demikian, Iran masih memiliki cadangan uranium dalam jumlah signifikan, termasuk yang diperkaya hingga 60%, mendekati ambang 90% yang diperlukan untuk senjata nuklir, serta stok uranium dengan tingkat pengayaan 20%.

Sebelum serangan AS pada Juni 2025, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memperkirakan Iran memiliki sekitar 440 kilogram uranium dengan pengayaan 60%, jauh di atas batas 3,67% yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015 yang kemudian ditinggalkan oleh AS.

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |