Jakarta, CNBC Indonesia - Website CIA World Factbook tutup setelah 60 tahun menjadi salah satu sumber referensi data statistik negara-negara dunia.
Pengumuman penutupan CIA World Factbook diumumkan oleh CIA di website resminya. Badan mata-mata Amerika Serikat tersebut tidak memberikan alasan penutupan Factbook.
Namun, menurut Politico, penutupan Factbook sejalan dengan komitmen Direktur CIA John Ratcliffe untuk mengakhiri semua program yang tidak berkontribusi terhadap misi utama CIA.
Factbook pertama kali meluncur pada 1962 dalam bentuk cetak. Tujuan penerbitannya adalah menyediakan acuan bagi para "intel" Amerika Serikat yang bertugas di markas CIA di Langley dan di seluruh dunia.
Isi CIA World Facbook adalah gambaran detail tentang negara lain termasuk data statistik perekonomian, kekuatan militer, sumber daya alam, dan masyarakat pada umumnya.
Saking lengkapnya, data yang dirilis setiap tahun tersebut juga digunakan oleh badan pemerintah AS lainnya. Bahkan, pemerintah AS memutuskan mengubah statusnya dari "rahasia" menjadi untuk umum pada 1972.
Popularitas Factbook makin meroket setelah CIA menyediakan versi online pada 1997. Website tersebut menjadi acuan utama jurnalis hingga mahasiswa untuk sumber penulisan. Pengunjungnya mencapai jutaan setiap tahun.
Status Factbook sebagai referensi kemudian tergeser oleh munculnya Google dan Wikipedia.
Penutupan Factbook kemungkinan juga terkait dengan pemangkasan jumlah pegawai di CIA dan badan keamanan nasional AS (NSA) di awal masa pemerintahan Presiden Donald Trump yang kedua.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)