Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China memberikan peringatan keras kepada Panama setelah pengadilan setempat membatalkan kontrak CK Hutchison yang berbasis di Hong Kong untuk mengoperasikan dua pelabuhan di Terusan Panama. Beijing menegaskan akan ada "harga mahal" yang harus dibayar atas keputusan hukum tersebut.
Kantor Urusan Hong Kong dan Makau China pada Selasa (3/2/2026) menyebut putusan Mahkamah Agung Panama sebagai langkah yang "absurd," "memalukan dan menyedihkan," serta menyatakan komitmen untuk membela kepentingan perusahaan-perusahaan asal China. Pihak Beijing juga menegaskan posisi mereka dalam skala internasional terkait sengketa ini.
"China memiliki sarana dan alat yang memadai, serta kekuatan dan kemampuan yang cukup untuk mempertahankan tatanan ekonomi dan perdagangan internasional yang adil dan jujur," lanjut kantor tersebut.
"Jika otoritas Panama bersikeras dengan langkah tersebut, maka harga mahal baik secara politik maupun ekonomi pasti akan dibayar!"
Langkah hukum ini berdampak pada rencana konglomerat Hong Kong tersebut untuk menjual 43 pelabuhan di 23 negara senilai US$ 23 miliar (Rp 386,4 triliun) kepada konsorsium yang dipimpin oleh BlackRock dan Mediterranean Shipping Company.
"Putusan tersebut mengabaikan fakta, melanggar kepercayaan, dan secara serius merusak hak serta kepentingan sah perusahaan-perusahaan di Hong Kong, China," tulis Kantor Urusan Hong Kong dan Makau dalam akun media sosialnya.
Putusan pengadilan pekan lalu tersebut membatalkan kontrak utama milik Panama Ports Company, anak perusahaan CK Hutchison, yang telah dipegang sejak era 1990-an. Kontrak tersebut mencakup operasional terminal peti kemas di pintu masuk Pasifik dan Atlantik Terusan Panama. Keputusan hukum ini didasarkan pada adanya pelanggaran konstitusional dan kekhawatiran terkait kepentingan publik.
Di Washington, keputusan pengadilan Panama mendapat sambutan positif. Ketua Komite Pilihan DPR AS untuk Urusan China, John Moolenaar, menyebut keputusan tersebut sebagai "kemenangan bagi Amerika."
Sebaliknya, pihak China menuduh adanya tekanan eksternal terhadap kedaulatan Panama. Tanpa menyebut nama Amerika Serikat secara spesifik, kantor tersebut menyatakan bahwa "beberapa negara telah menggunakan taktik intimidasi untuk memaksa negara lain mematuhi kehendak mereka," dan menilai Panama telah "menyerah secara sukarela" pada kekuatan hegemonik.
Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya sempat memberikan apresiasi atas rencana penjualan pelabuhan senilai US$ 23 miliar (Rp 386,4 triliun) tersebut, kini telah menyerukan agar Amerika Serikat "mengambil kembali" Terusan Panama guna menghadapi pengaruh China.
Di sisi lain, anak perusahaan CK Hutchison menyatakan bahwa putusan pengadilan tersebut tidak konsisten dengan kerangka hukum yang telah mengizinkan perusahaan mengoperasikan pelabuhan tersebut selama ini.
(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372801/original/040806000_1759769523-1000224866.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)