AS Tiba-Tiba Kirim Pasukan ke Negara Kaya Minyak Ini, Ada Apa Trump?

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah administrasi Presiden Donald Trump resmi mengerahkan tim militer kecil ke Nigeria. Langkah ini diambil di tengah dinamika hubungan kedua negara, di mana Washington terus memberikan tekanan sekaligus bantuan kepada pemerintah Nigeria dalam upaya menumpas kekerasan kelompok jihadis yang kian meningkat.

Jenderal Dagvin Anderson selaku Kepala Komando AS untuk Afrika (Africom) menyatakan bahwa pengerahan ini merupakan bagian dari kesepakatan kedua negara untuk meningkatkan kolaborasi keamanan. Keputusan tersebut mencuat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara yang menargetkan kelompok militan di Nigeria pada 25 Desember lalu.

Dalam sebuah konferensi pers virtual, Jenderal Anderson menjelaskan bahwa kedua negara telah mencapai titik temu mengenai strategi keamanan di kawasan tersebut. Beliau menekankan pentingnya sinergi untuk menghadapi ancaman ekstremisme yang terus membayangi Afrika Barat.

"Kami sepakat bahwa kami perlu bekerja sama untuk menentukan jalan ke depan di kawasan ini. Hal itu telah mengarah pada peningkatan kolaborasi antara negara kami, termasuk tim kecil AS yang membawa beberapa kapabilitas unik dari Amerika Serikat guna memperkuat apa yang telah dilakukan Nigeria selama beberapa tahun terakhir," ujar Anderson dikutip AFP, Rabu (4/2/2026).

Meskipun telah mengonfirmasi kehadiran tim tersebut, Anderson tidak memberikan rincian spesifik mengenai aktivitas atau peran teknis yang akan dijalankan oleh tim militer AS di lapangan. Namun, Africom sebelumnya sempat menyampaikan kepada AFP bahwa dukungan militer akan mencakup peningkatan pengiriman peralatan tempur dan berbagi data intelijen, terutama untuk melawan kelompok ISIS.

Dukungan militer ini rencananya akan dipusatkan di wilayah barat laut dan timur laut Nigeria. Wilayah-wilayah tersebut telah mengalami kerusuhan selama hampir dua dekade akibat ulah kelompok Islam radikal Boko Haram serta faksi pecahannya, Islamic State West Africa Province (ISWAP).

Pengerahan ini juga terjadi di tengah isu sensitif yang dilontarkan Presiden Donald Trump. Trump sempat mengeklaim adanya genosida terhadap umat Kristen di Nigeria, sebuah pernyataan yang dibantah keras oleh pemerintah Nigeria dan banyak pakar independen.

(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |