Wamentan Buka-bukaan Prabowo Sudah Anti Impor Beras Sejak 2004

4 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono mengungkapkan sikap Presiden Prabowo Subianto yang konsisten mendorong kemandirian pangan dan menekan impor, sudah ada sejak masih memimpin organisasi petani puluhan tahun lalu.

Menurut Sudaryono, komitmen tersebut bukan kebijakan yang muncul tiba-tiba, melainkan sudah menjadi prinsip yang diperjuangkan sejak lama.

"Cita-cita tidak impor beras, sikap anti-impor beras itu memang sudah ditunjukkan bapak presiden kita (Prabowo) sejak beliau menjadi Ketua Umum HKTI tahun 2004, sudah bersikap anti dan tidak boleh impor beras lagi," kata Sudaryono dalam acara HUT HKTI Ke-53 dan Launching Inno Food di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Ia menegaskan, arah kebijakan pemerintah saat ini sejalan dengan visi lama tersebut, yakni mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat produksi dalam negeri.

"Yang dulu impor beras, sekarang tidak impor beras lagi. Yang dulu impor jagung untuk pakan, sekarang tidak impor jagung untuk pakan lagi. Yang dulu impor gula konsumsi, sekarang sudah tidak impor gula konsumsi lagi," ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan hasil kerja keras berbagai pihak dalam memperkuat sektor pangan nasional.

"Hanya kerja keras yang memperbesar peluang kita untuk berhasil," ucap dia.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat konferensi pers di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (27/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)Foto: Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat konferensi pers di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (27/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)

Sudaryono juga menekankan, kebijakan pangan yang dijalankan pemerintah saat ini telah dirancang jauh sebelum Prabowo menjabat sebagai presiden.

"Maksudnya begini, kalau sekarang ini Pak Presiden punya program ini dan itu, itu nggak ujug-ujug bangun tidur kemudian keluar program. Sudah dicanangkan dan dipikirkan jauh-jauh hari sebelum kita, dan sebelum beliau menjabat sebagai Presiden," jelasnya.

Ia mengaku mengetahui langsung konsistensi tersebut karena pernah mendampingi Prabowo dalam berbagai gagasan pembangunan pertanian, termasuk peningkatan produktivitas padi.

"Sikap itu sudah ada sebelum (Prabowo) jauh jadi Presiden," tambah dia.

Lebih lanjut, Sudaryono mengatakan, semangat mengurangi impor juga sejalan dengan dorongan dari para petani, termasuk untuk komoditas gula.

"Termasuk desakan dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, APTRI, kita sebisa mungkin kurangi-kurangi impor gula, sehingga kita bisa dorong produksi gula kita, nasional kita, betul-betul bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri kita, dan mensejahterakan petani kita," ujarnya.

Dengan konsistensi kebijakan tersebut, pemerintah optimistis kemandirian pangan nasional dapat terus diperkuat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di dalam negeri.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |