Video: Cara Pertamina Perluas Lapangan Migas-Tambah Kapasitas PLTP

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia- CNBC Indonesia menyelenggarakan acara "Energy Outlook 2026: Exploring Indonesia's Energy Policy: Self-sufficient and Pro-people". sebagai wadah dan ruang strategis untuk menyelaraskan perspektif regulasi, industri, dan teknologi dalam mendukung roadmap energi Indonesia yang berkelanjutan, kompetitif, dan inklusif.

Pemerintah mencatat produksi minyak siap jual atau lifting minyak RI pada tahun 2025 sebesar 605.300 barel per hari (bph) yang disebut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman sebagai pencapaian target lifting migas RI pertama dalam 9 tahun terakhir.

Dimana kenaikan produksi migas RI tidak lepas dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola bersama ESDM, SKK Migas dan Pertamina dalam mengatasi hambatan regulasi. Selain itu didorong optimalisasi lapangan migas eksisting , revitalisasi sumur migas idle serta penguatan pengawasan migas untuk mengatasi berbagai permasalahan yang menghambat produksi migas.

Sementara Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tahun 2026-2030, Satya Widya Yudha menyampaikan mandat Presiden kepada DEN dalam mendorong implementasi kebijakan energi nasional sekaligus sebagai motor dalam mendorong transisi energi mewujudkan swasembada energi, kemandirian dan ketahanan energi nasional.

DEN berupaya menurunkan ketergantungan RI terhadap energi fosil yakni BBM dan LPG yang masih impor yang diramal masih akan terus naik hingga 2030. Oleh karena DEN mendorong peningkatan pemanfaatan Gas Bumi Dalam negeri sebagai salah satu strategi transisi energi yang selaras dengan PP 40/2025.

Dari sisi Pertamina, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza menyebutkan strategi meningkatkan produksi migas di hulu, menaikkan kapasitas produksi di hilir serta enabling energi baru dan terbarukan (EBT). Hal ini dilakukan lewat mendorong cadangan diantaranya lewat giant discovery ladang migas di WK Jambi Merang, memaksimalkan pengelolaan lapangan tua lewat teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) maupun menggenjot produksi di sumur Low Quality Reservoir (LQR).

Dari sektor hilir, Pertamina menambah kapasitas pengolahan produksi minyak sebanyak 1000 ribu barel per hari menjadi 360 ribu bph di RDMP Balikpapan. terkait EBT, Pertamina mendorong prospek sektor geotermal dengan target mencapai 3 Gigawatt dan dari sektor sawit Pertamina mendorong pemanfaatan biodiesel dan bioavtur.

Seperti apa sinergi pemangku kepentingan mendorong produksi migas menuju ketahanan energi sekaligus mendorong transisi energi nasional?

Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman bersama Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tahun 2026-2030, Satya Widya Yudha dan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza dalam Energy Outlook 2026, CNBC Indonesia,(Kamis, 05/02/2026)


Read Entire Article
| | | |