Jakarta, CNBC Indonesia - Pedagang mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara mengungkapkan kondisi penjualan masih belum pulih sepenuhnya seperti sebelum tahun 2025. Bahkan saat Lebaran 2026, pedagang mengaku penjualan mobil bekas cenderung lesu.
Kondisi ini terutama terjadi di segmen mobil mewah bekas. Seperti yang diungkapkan Willy, penjual mobil bekas di WTC Mangga Dua, yang ditemui CNBC Indonesia, Rabu (15/4/2026). Terpantau, kondisi di pusat penjualan mobil bekas ini cukup lengang, hanya beberapa pengunjung yang datang.
Willy mengaku kesulitan menjual mobil mewah bekas. Ditambah lagi, ketersediaannya juga terbatas.
"Kalau dibilang sudah membaik, belum banget ya, utamanya di segmen mobil mewah. Cuma ya kalau dibanding 2025, sudah sedikit membaik, tapi ya masih lesu juga," katanya, dikutip Kamis (16/4/2026).
"Kami kesulitannya ada dua. Sulit buat ngejualin mobilnya, sulit juga cari mobilnya buat dijual," sambung Willy.
Dia pun mencontohkan Alphard bekas yang makin sulit terjual. Penyebabnya, selain harganya yang turun, juga karena semakin banyaknya mobil listrik mewah yang harganya jauh lebih murah hingga berdampak ke penjualan versi bekasnya.
"Alphard contohnya, itu jualnya agak susah, karena pesaingnya yang lebih murah sudah banyak. Apalagi mobil listrik mewah, makin banyak yang harganya di bawah Rp1 miliar," ujarnya.
Mobil Warga Kelas Menengah-LCGC Masih Laris
Di sisi lain, pedagang mengaku, penjualan mobil bekas segmen menengah-bawah justru mulai membaik.
"Sudah mulai membaik, karena mungkin dibantu dengan segmen mobil murah. Yang keluaran tahun lama lagi banyak yang cari," kata Joni, penjual mobil bekas yang ditemui CNBC Indonesia.
Joni menjual mobil bekas segmen menegah ke bawah, harganya dibanderol mulai dari Rp100 juta hingga Rp300 juta.
"Avanza, yang keluaran 2013, 2016 itu laris, kalau yang 2019 masih oke, karena mungkin masih pakai penggerak roda belakang. Innova lama keluaran 2013 sama Innova Reborn juga masih laris," lanjut Joni.
Sementara itu, di segmen LCGC, Honda Brio, Toyota Agya, dan Toyota Calya juga masih laku.
"LCGC masih lumayan lah, terutama Agya masih lumayan penjualannya," ucap Joni.
(dce)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450746/original/023400300_1766159119-national-773x380.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102047/original/017122200_1737427568-safee-sali_30ea701.jpg)

