Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan peningkatan produksi tembaga dan emas hingga tahun 2029 mendatang. Target kenaikan volume produksi tersebut didukung oleh pemulihan operasional dan optimalisasi kapasitas penambangan di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).
Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas menjelaskan, perusahaan tengah menjalankan strategi untuk mengembalikan kapasitas produksi ke level normal setelah sempat terkendala pada tahun lalu.
Dia menyebutkan, peningkatan volume penambangan bijih akan dilakukan secara bertahap seiring dengan progres pemulihan infrastruktur di lokasi tambang.
"Di tahun 2025 kami cuma menambang 139.000 ton bijih per hari dan di 2026 156.000 ton bijih per hari. Dan di 2027 baru akan bisa mencapai produksi sekitar 200.000 ton bijih per hari yang merupakan sudah sekitar produksi normal kami dan seterusnya sampai dengan 2029 dan seterusnya," paparnya pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Kamis (16/4/2026).
Berdasarkan proyeksi perusahaan, produksi katoda tembaga pada tahun 2026 diperkirakan sebesar 1,1 miliar pon, lalu naik lagi menjadi sebesar 1,5 miliar pon pada 2027. Kemudian, pada 2028 dan 2029 produksi katoda tembaga naik lagi mencapai masing-masing 1,7 miliar pon.
Untuk emas, perusahaan memproyeksikan produksi pada tahun 2026 sebesar 0,8 juta ons, lalu meningkat pada 2027 menjadi sebesar 1,3 juta ons. Kemudian naik lagi pada 2028 dan 2029 menjadi 1,4 juta ons per tahun.
"Tahun 2028 sudah mencapai level yang lebih tinggi lagi 1,7 miliar pon tembaga dan 43 ton emas dan seterusnya akan berkisar di sekitar angka seperti 2028 dan 2029," beber Tony.
Pihaknya saat ini fokus melakukan pemulihan pada Production Block 1 di area GBC yang merupakan wilayah dengan kandungan bijih kualitas tinggi (high grade). Perusahaan menargetkan blok produksi tersebut dapat mulai beroperasi kembali secara penuh pada kuartal pertama tahun 2027 guna mendukung target produksi jangka panjang.
"Rencananya akan melakukan ramp up mulai dari bulan Mei sampai dengan kuartal pertama 2027 baru kami akan mulai mengoperasikan Production Block 1 yang memang high grade," katanya.
Selain pemulihan blok produksi, perusahaan membangun infrastruktur pengamanan tambahan berupa terowongan drainase baru sepanjang 3 kilometer. Fasilitas tersebut dirancang khusus untuk mengalirkan material lumpur basah agar tidak menghambat proses penambangan bijih utama dan memastikan keamanan operasional di masa depan.
"Kami saat ini sedang memastikan bahwa seluruh infrastruktur, seluruh rencana perbaikan dan juga pengelolaan tambang dilakukan betul-betul secara hati-hati," tandasnya.
(wia)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450746/original/023400300_1766159119-national-773x380.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102047/original/017122200_1737427568-safee-sali_30ea701.jpg)


