Serba-Serbi Otot Dasar Panggul: Penyebab Pelemahan Hingga Cara Merawat

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Kesehatan otot dasar panggul atau pelvic floor muscle masih kerap luput dari perhatian masyarakat. Padahal, kelompok otot yang berada di bagian bawah panggul ini memiliki peran penting dalam menopang organ-organ vital, menjaga kontrol buang air kecil dan besar, hingga mendukung stabilitas tubuh secara keseluruhan.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Bamed dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp. OG., FAUCICOG.,MM.,MARS menjelaskan bahwa otot dasar panggul bekerja layaknya "hammock" atau ayunan yang menopang kandung kemih, rahim, usus, dan organ-organ di sekitarnya.

"Otot dasar panggul berperan penting dalam menjaga fungsi organ-organ di area panggul, mendukung postur tubuh, serta membantu stabilitas inti tubuh bersama otot perut dan punggung bawah," kata dr. Yeni di Jakarta Selatan seperti ditulis Kamis (25/6/2026).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa ketika otot dasar panggul melemah atau mengalami gangguan, seseorang dapat mengalami berbagai keluhan, mulai dari inkontinensia urine atau sulit menahan buang air kecil, nyeri panggul, hingga penurunan kualitas hidup.

Penyebab Otot Dasar Panggul Melemah
Dr. Yeni menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang dapat menyebabkan melemahnya otot dasar panggul. Salah satunya adalah proses kehamilan dan persalinan yang memberikan tekanan besar pada jaringan dan otot di area tersebut.

Selain itu, pertambahan usia juga berkontribusi terhadap penurunan kekuatan otot secara alami. Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko gangguan otot dasar panggul antara lain obesitas, batuk kronis, sering mengangkat beban berat, konstipasi berkepanjangan, hingga kurangnya aktivitas fisik.

"Tekanan berulang pada area panggul dapat membuat otot kehilangan elastisitas dan kekuatannya seiring waktu," jelasnya.

Pada perempuan, perubahan hormonal saat menopause juga dapat memengaruhi kualitas jaringan penyangga panggul sehingga meningkatkan risiko gangguan fungsi otot dasar panggul.

Dampaknya terhadap Stabilitas Tubuh
Tidak hanya berkaitan dengan fungsi organ reproduksi dan saluran kemih, otot dasar panggul juga merupakan bagian dari sistem otot inti (core muscles).
Dr. Yeni mengatakan otot ini bekerja bersama diafragma, otot perut, dan otot punggung untuk menjaga keseimbangan tubuh saat berdiri, berjalan, maupun melakukan aktivitas sehari-hari.

"Jika otot dasar panggul tidak berfungsi optimal, stabilitas tubuh dapat terganggu. Dalam jangka panjang kondisi ini bisa berkontribusi pada nyeri punggung bawah dan gangguan postur," paparnya.

Cara Merawat dan Menjaga Kesehatan Otot Dasar Panggul
Untuk menjaga kesehatan otot dasar panggul, dr. Yeni menyarankan masyarakat menerapkan gaya hidup sehat serta melakukan latihan yang secara khusus menargetkan area tersebut. Salah satu latihan yang paling dikenal adalah latihan Kegel, yaitu kontraksi dan relaksasi otot dasar panggul secara berulang untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot.

Selain latihan Kegel, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan tinggi serat untuk mencegah sembelit, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan mengangkat beban secara berlebihan juga dapat membantu menjaga fungsi otot dasar panggul.

Bagi individu yang telah mengalami gejala seperti sering mengompol, kesulitan menahan buang air kecil, rasa berat pada area panggul, atau nyeri yang menetap, dr. Yeni menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

"Semakin dini gangguan otot dasar panggul terdeteksi, semakin besar peluang untuk memperbaiki fungsi otot melalui terapi, latihan, maupun penanganan medis yang tepat," tuturnya.

Sementara itu, ia menegaskan bahwa dengan perawatan yang tepat, fungsi organ panggul dan stabilitas tubuh dapat tetap terjaga hingga usia lanjut.

(miq/miq)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |