Jakarta, CNBC Indonesia - Dinamika di lingkaran kekuasaan tak selalu diketahui publik, termasuk bagaimana Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto, memarahi hingga membentak seluruh jajaran menteri ekonomi karena anggaran proyek strategis tak kunjung turun.
Peristiwa itu terjadi pada 1976 ketika pemerintah sedang menggarap Proyek Asahan. Mengutip situs Inalum, Proyek Asahan merupakan megaproyek industri dan kelistrikan hasil kerja sama Indonesia dengan sejumlah perusahaan Jepang. Nantinya, proyek ini memanfaatkan aliran Sungai Asahan sebagai sumber energi bagi pembangkit listrik dan pabrik peleburan aluminium.
Nilai proyek tersebut sangat besar untuk ukuran zamannya, yakni mencapai 411 miliar yen atau sekitar Rp1,7 triliun. Soeharto pun menaruh perhatian khusus terhadap perkembangan proyek tersebut dan menunjuk orang kepercayaannya sesama tentara sebagai Ketua Otorita Proyek Asahan, yakni A.R. Soehoed.
Namun, seiring berjalannya waktu, anggaran yang dibutuhkan untuk menopang proyek justru tak kunjung turun dari pemerintah. Soehoed pun berusaha menanyakan persoalan tersebut kepada para menteri terkait. Sayangnya, upaya tersebut tak membuahkan hasil.
Dia kemudian melaporkan persoalan tersebut kepada Presiden Soeharto. Sang presiden lantas meminta Soehoed kembali berkoordinasi dengan menteri-menteri ekonomi. Namun, hasilnya tetap sama. Anggaran proyek masih belum juga cair.
"Tapi, saya minta sama Menko Ekuin, tidak ditanggap juga. Jadi, akhirnya saya datang lagi pada Pak Harto," ungkap Soehoed seperti dituturkan ulang kepada Tjipta Lesmana yang ditulis dalam Dari Soekarno sampai SBY: Intrik & Lobi Politik Para Penguasa (2008).
Mendengar laporan itu, Soeharto kembali menanyakan apakah berbagai upaya yang dilakukan benar-benar tidak membuahkan hasil?
"Kita berusaha saja enggak berhasil," kata Soehoed sambil tertawa, tetapi tiba-tiba berhenti saat lihat muka presiden berubah merah.
Soeharto kemudian hanya memberi jawaban singkat dan meminta Soehoed menunggu instruksi selanjutnya pada sore hari.
Benar saja. Pada sore harinya Soehoed dipanggil ke kediaman Soeharto di Jalan Cendana. Ternyata dia tidak sendirian. Di sana sudah hadir Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwana IX beserta seluruh jajaran menteri ekonomi.
Dalam pertemuan itulah Soeharto meluapkan kemarahannya kepada para pembantunya yang dinilai tidak memberi perhatian serius terhadap proyek tersebut.
"Saudara harus sadar bahwa Proyek Asahan ini penting sekali! Ini proyek jangka panjang, dan perlu ditunjang dengan anggaran yang cukup. Semua perhatikan ini!," tegas Soeharto.
Menurut penuturan Soehoed, suasana ruangan langsung berubah tegang. Seluruh peserta rapat memilih diam dan tak seorang pun berani menatap wajah presiden. Soehoed sendiri mengaku terkejut melihat langsung kemarahan Soeharto kepada para menterinya.
"Soehoed mengaku amat terperanjat melihat presiden membentak-bentak para menterinya," tutur Tjipta Lesmana.
Setelah peristiwa tersebut, anggaran untuk Proyek Asahan akhirnya mulai mengalir dan pengerjaan proyek dapat terus dilanjutkan. Presiden Soeharto kemudian meresmikan Proyek Asahan pada 6 November 1984. Kini, setelah kerja sama dengan pihak Jepang berakhir pada 9 Desember 2013, kepemilikan konsorsium tersebut dipegang oleh BUMN PT INALUM.
(mfa/wur)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522153/original/020711000_1772719961-Belum_waktunya_menyerah__penggawa______________DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlory__1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496722/original/026716900_1770597145-5.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249375/original/065795600_1749635323-viet_3.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174269/original/058441100_1742913019-20250325BL_Timnas_Indonesia_Vs_Bahrain_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-15.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5519387/original/022712600_1772553400-20260303IQ_Persija_Jakarta_vs_Borneo_Fc-7.jpg)

