Jakarta, CNBC Indonesia — Aksi jual investor asing (net foreign sell) mendominasi perdagangan saham Rabu (15/4/2026). Hal ini seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengakhiri reli sejak pertengahan pekan lalu.
Berdasarkan data perdagangan, total jual bersih asing di seluruh pasar tercatat mencapai Rp1,16 triliun. Secara keseluruhan, nilai transaksi pasar mencapai Rp13,04 triliun, dengan nilai beli asing sebesar Rp5,94 trlliun dan nilai jual mencapai Rp7,10 triliun.
Tekanan jual asing terutama menghantam saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), khususnya sektor perbankan dan komoditas.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi kontributor terbesar net sell asing dengan nilai mencapai Rp706,6 miliar. Di posisi kedua, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp263,8 miliar.
Tidak hanya dua bank besar tersebut, tekanan jual asing juga terlihat pada saham energi dan tambang seperti BUMI, ANTM, hingga ENRG.
Selengkapnya, berikut daftar 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan kemarin:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp706,6 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp263,8 miliar
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp193,6 miliar
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp121,1 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (Persero) Tbk. (ANTM) - Rp79,3 miliar
- PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp56,3 miliar
- PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) - Rp48,7 miliar
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp46,1 miliar
- PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) - Rp34,9 miliar
- PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) - Rp33,7 miliar
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memutus reli penguatan sepakan terakhir. Pada penutupan perdagangan kemarin indeks melemah 0,68% atau berkurang 52,36 poin balik ke level 7.623,58. Padahal nyaris sepanjang perdagangan, IHSG nyaman di zona hijau sebelum ambruk satu jam sebelum pasar tutup.
Nilai transaksi hari ini tergolong ramai yakni mencapai Rp 22,61 triliun, melibatkan 51,44 miliar saham dalam 3,16 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 13.606 triliun.
Mayoritas sektor perdagangan melemah dengan koreksi paling dalam dicatatkan oleh sektor kesehatan, konsumer non-primer dan finansial. Sementara itu penguatan paling tinggi dibukukan oleh sektor industri, konsumer primer dan energi.
Emiten grup konglomerat tercatat menjadi pemberat kenaikan IHSG hari ini. Berikut adalah 10 emiten dengan sumbangsih pelemahan indeks poin terbanyak yakni bank raksasa milik Grup Djarum (BBCA), emiten RS Mayapada milik Dato Tahir (SRAJ), emiten Grup MNC Hary Tanoe (MSIN), emiten Grup Barito Prajogo Pangestu (TPIA dan BRPT), emiten tambang terafiliasi Grup Salin (AMMN dan BUMI) serta tiga emiten BUMN (BBRI, BMRI dan TLKM).
(mkh/mkh)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450746/original/023400300_1766159119-national-773x380.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102047/original/017122200_1737427568-safee-sali_30ea701.jpg)

