Putin Mengaku, Ekonomi Rusia Melambat Cuma Tumbuh 1%

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan ekonomi Rusia dilaporkan mengalami perlambatan signifikan sepanjang tahun 2025. Presiden Vladimir Putin mengungkapkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Rusia hanya tumbuh sebesar 1% pada tahun lalu.

Angka ini menunjukkan kontraksi yang cepat, jika dibandingkan dengan ekspansi masif pada tahun-tahun sebelumnya. Belanja militer besar-besaran untuk mendanai tentara di Ukraina awalnya sempat memacu pertumbuhan dan membantu Moskow menangkis prediksi keruntuhan ekonomi setelah peluncuran ofensif pada tahun 2022, namun kini memicu inflasi.

Lonjakan pengeluaran tersebut justru menaikkan harga dan menekan pertumbuhan riil. Sementara para pelaku usaha mulai mengeluhkan tingginya biaya pinjaman yang diterapkan untuk mengendalikan kenaikan harga.

"PDB Rusia tumbuh 1% tahun lalu," kata Putin dalam sebuah pertemuan pemerintah pada hari Selasa dikutip AFP, Rabu (4/2/2026). 

"Ini lebih rendah dari dinamika yang diamati sebelumnya, sebagaimana kita ketahui bersama: pada tahun 2023 dan 2024, pertumbuhan masing-masing adalah 4,1% dan 4,3%," jelasnya.

Meskipun angka pertumbuhan melambat, Putin menegaskan bahwa kondisi ini merupakan hasil dari kebijakan yang disengaja untuk menjaga stabilitas harga di dalam negeri. Ia mengklaim bahwa perlambatan ini telah diperhitungkan demi menekan angka inflasi yang sempat melonjak tajam pada tahun sebelumnya.

"Namun kita juga tahu bahwa perlambatan ini bukan sekadar hal yang sudah diduga, bahkan bisa dikatakan ini buatan manusia: ini terkait dengan langkah-langkah target sasaran untuk mengurangi inflasi," tambah Putin.

Putin sendiri menyebutkan bahwa inflasi telah berhasil dikurangi menjadi 5,6% tahun lalu, dibandingkan dengan 9,5% pada tahun sebelumnya. Sebagai informasi, pada bulan Desember lalu, Bank Sentral Rusia telah memangkas suku bunga acuan menjadi 16% seiring dengan munculnya tanda-tanda perlambatan inflasi.

Meski demikian, badan statistik negara Rosstat memproyeksikan inflasi tahunan baru akan mencapai target 4% pada tahun 2027 mendatang. Menghadapi tantangan tersebut, Putin menginstruksikan jajarannya untuk kembali memacu mesin ekonomi domestik.

"Tugasnya jelas, kita perlu memulihkan tingkat pertumbuhan ekonomi domestik, memperbaiki iklim bisnis, dan meningkatkan aktivitas investasi dengan fokus pada peningkatan produktivitas tenaga kerja," tegas Putin.

Kondisi ekonomi Moskow saat ini juga dibayangi oleh data anggaran yang menunjukkan bahwa pendapatan minyak dan gas, yang merupakan tulang punggung kas negara, telah jatuh ke titik terendah dalam lima tahun terakhir. Hal ini terjadi setelah sektor migas dan banyak bisnis Rusia terkena berbagai sanksi dari Eropa dan Amerika Serikat (AS) sejak tahun 2022.

(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |