Jakarta, CNBC Indonesia - Kantor jejaring media sosial milik miliarder Elon Musk, X, di Perancis digerebek pihak kepolisian setempat. Upaya ini dilakukan atas dugaan beberapa hal selama penyidikan setahun terakhir.
Dugaannya terkait penyalahgunaan algoritma dan pengambilan data tidak semestinya oleh platform X atau eksekutif perusahaan.
Pihak X mengungkapkan upaya kejaksaan Perancis bukan fokus pada penyelidikan. Sementara penggerebekan itu disebut media sosial yang sebelumnya bernama Twitter sebagai upaya kantor kejaksaan Perancis mengabaikan mekanisme prosedural untuk mendapatkan bukti.
"Kantor kejaksaan mengabaikan mekanisme prosedural untuk menapatkan bukti sesuai dengan perjanjian internaisonal dan hak X membela diri," kata pihak X, dikutip dari Reuters, Rabu (4/2/2026).
Musk juga telah buka suara soal kejadian tersebut. Dalam unggahan di akun X miliknya, dia menyebut penggerebekan sebagai serangan politik.
Sidang juga akan digelar pada 20 April mendatang dengan memanggil Musk serta Linda Yaccarino yang pernah menjadi CEO X. Sejumlah staf X juga dipanggil sebagai saksi.
"Untuk tahap ini, pelaksanaan investigasi menjadi pendekatan konstruktif, yang bertujuan memastikan platform X mematuhi hukum Perancis, karena beroperasi di wilayah nasional," jelas kantor kejaksaan.
Selain itu, kejaksaan memperluas cakupan investigasi pada chatbot Grok yang dibuat perusahaan lain milik Musk xAI. Salah satunya terkait dugaan menahan dan menyebarkan gambar pornografi anak.
Selain itu juga kaitannya pada hak gambar seseorang terkait deepfake untuk konten seksual eksplisit.
Penyelidikan Besar-besaran X di Uni Eropa
Eropa memang tengah mengadakan penyelidikan besar-besaran pada X dan juga Grok. Salah satunya dilakukan pengawas privasi di Inggris, Ofcom.
Perkaranya hampir sama yakni terkait pemrosesan data pribadi dan potensi membuat gambar serta konten video seksual.
Penyelidikan pada X telah diluncurkan sejak bulan lalu, dan Ofcom tengah menetapkan langkah selanjutnya. Lembaga itu berupaya menilai apakah X cukup berupaya mengurangi risiko penyebaran deepfake seksual di platform
Sementara xAI tidak dalam daftar penyelidikan Ofcom dengan alasan tidak berada dalam cakupan hukum yang berlaku.
Uni Eropa juga telah meluncurkan penyelidikan pada X terkait penyebaran konten ilegal pada minggu lalu. Aksi ini menyusul protes penyebaran gambar seksual yang dihasilkan Grok dari permintaan penggunanya.
Gambar seksual itu yang dihasilkjan tidak mendapatkan persetujuan dari objek foto. Kritikan tajam ditunjukkan pada X serta xAI sebagai pemilik Grok.
Penyelidikan soal Grok ini juga dilakukan oleh sejumlah pemerintah dunia. Termasuk Indonesia yang sempat memblokir akses sementara platform.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)

