Jakarta, CNBC Indonesia - Militer Amerika Serikat (AS) mulai mengadopsi teknologi anti-drone milik Ukraina dalam beberapa pekan terakhir di pangkalan udara utamanya di Arab Saudi. Langkah ini diambil menyusul gelombang serangan drone yang merusak fasilitas militer hingga menewaskan sedikitnya satu personel.
Salah satu teknologi yang digunakan adalah platform komando dan kendali bernama Sky Map, yang kini dikerahkan di Pangkalan Udara Pangeran Sultan. Sistem ini dikenal luas digunakan oleh militer Ukraina dalam menghadapi serangan drone Rusia selama empat tahun terakhir perang.
Sejumlah pejabat Ukraina bahkan disebut telah datang langsung ke pangkalan tersebut untuk melatih pasukan AS. Sky Map memungkinkan deteksi dini ancaman drone, termasuk drone Shahed buatan Iran, sekaligus mengoordinasikan serangan balasan menggunakan drone pencegat.
Langkah AS ini mencerminkan percepatan inovasi militer Ukraina dalam teknologi drone dan antidrone yang telah teruji di medan perang. Di sisi lain, hal ini juga menyoroti celah dalam sistem pertahanan udara AS.
"Ada kesenjangan yang sudah lama ada dalam cakupan pertahanan udara dan rudal AS di seluruh dunia," ujar Timothy Walton, peneliti senior di Hudson Institute, seperti dikutip , Kamis (23/4/2026). "Ini sudah dipahami dengan baik. Namun, hal itu belum ditangani."
Penggunaan teknologi Ukraina ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump menolak tawaran bantuan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam menghadapi serangan drone Iran.
"Kita tidak membutuhkan bantuan mereka dalam pertahanan terhadap drone," kata Trump kepada Fox News pada 6 Maret lalu.
Meski demikian, Pentagon tetap meningkatkan investasi untuk menghadapi ancaman drone. Bulan lalu, unit anti-drone Pentagon mengalokasikan dana sebesar US$350 juta atau sekitar Rp5,95 triliun untuk memperkuat pertahanan dalam Operasi Epic Fury.
Juru bicara Satuan Tugas Antarlembaga Gabungan 401, Adam Scher, menegaskan bahwa tidak ada solusi tunggal untuk mengatasi ancaman drone. "Tidak ada alat 'solusi ajaib' yang akan menghentikan setiap ancaman drone," ujarnya.
Dalam praktiknya, Sky Map bekerja sebagai pusat kendali berbasis perangkat lunak yang menggabungkan data radar dan sensor untuk memetakan ancaman secara real-time. Perusahaan pengembangnya, Sky Fortress, disebut telah menempatkan lebih dari 10.000 sensor akustik di Ukraina guna mendeteksi serangan drone Rusia.
Selain teknologi Ukraina, pangkalan tersebut juga menguji berbagai sistem anti-drone lain, termasuk drone pencegat Merops buatan perusahaan AS Project Eagle. Namun, pengujian awal tidak selalu berjalan mulus. Dalam salah satu insiden, drone pencegat Merops kehilangan kendali dan menabrak fasilitas di pangkalan.
Sejak awal konflik, Pangkalan Udara Pangeran Sultan memang menjadi target serangan drone dan rudal, termasuk drone Shahed. Serangan tersebut dilaporkan menghancurkan pesawat radar E-3 AWACS dan merusak sejumlah pesawat pengisian bahan bakar KC-135.
Untuk pertahanan, pangkalan ini mengandalkan berbagai sistem, termasuk platform Forward Area Air Defense (FAAD) milik Northrop Grumman serta drone pencegat Coyote buatan RTX. RTX sendiri sebelumnya meneken kontrak senilai US$5 miliar (Rp85 triliun) dengan Angkatan Darat AS untuk pengadaan sistem tersebut.
(tfa/luc)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5145677/original/009587200_1740728790-20250228BL_HTS_Ratu_Tisha_20.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4890948/original/095825900_1720887428-Timnas_Indonesia_-_Ilustrasi_Logo_Timnas_Indonesia_dan_Timnas_Day_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457703/original/089294400_1767016757-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427463/original/032259100_1764389259-Tomas_Trucha_2.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429073/original/001791400_1764572941-John_Herdman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4400289/original/016439100_1681829426-000_334Q8WU.jpg)
