Merpati Bawa Pesan Misterius dari 40 Tahun Lalu, Isi Tak Terpecahkan

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kecanggihan teknologi modern ternyata belum mampu menyingkap sebuah pesan misterius dari era 1940-an. Pesan tersebut dibawa seekor burung merpati pada masa Perang Dunia II (1939-1945) dan hingga kini masih menjadi teka-teki bagi manusia.

Melansir IFL Science, pesan itu ditemukan pada 1982 ketika rumah di Surrey, Inggris, sedang dibersihkan cerobong asapnya oleh pemiliknya, David Martin. Di dalam cerobong tersebut, pemilik rumah menemukan bangkai seekor burung merpati dengan sebuah kapsul kecil yang terikat di kakinya.

Kapsul itu menyimpan secarik kertas berisi rangkaian huruf dan angka yang diyakini sebagai pesan militer rahasia dari masa Perang Dunia II. Isi pesan tersebut adalah sebagai berikut:

AOAKN HVPKD FNFJU YIDDCRQXSR DJHFP GOVFN MIAPXPABUZ WYYNP CMPNW HJRZHNLXKG MEMKK ONOIB AKEEQUAOTA RBQRH DJOFM TPZEHLKXGH RGGHT JRZCQ FNKTQKLDTS GQIRU AOAKN 27 1525/6

Sejak pesan itu diketahui publik, berbagai upaya dilakukan untuk memecahkannya, meskipun pesan tersebut diduga sudah tidak lagi relevan secara militer. Sejumlah analis kriptografi mengajukan interpretasi masing-masing. Salah satunya datang dari pemecah kode asal Kanada, Gord Young. Pada 2012, dia mengklaim berhasil memahami maksud pesan tersebut hanya dalam waktu 17 menit. Menurutnya, kode itu berisi akronim dan informasi terkait keberadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Namun, klaim tersebut dinilai tidak meyakinkan. Pasalnya, pesan semacam ini diyakini hanya dapat dipahami oleh pihak yang terlibat langsung sebagai pengirim dan penerima. Atas dasar itu, hingga kini kode tersebut tetap tak terpecahkan, meski teknologi dan pengetahuan manusia terus berkembang.

"Pesan yang ditemukan Tuan Martin pasti sangat rahasia," kata Colin Hill, kurator pameran Pigeons at War di Bletchley Park, dikutip dari IFL Science, Kamis (5/2/2026).

Hingga saat ini, pesan yang dibawa merpati tersebut masih menjadi misteri. Terlepas dari teka-teki yang belum terungkap, penggunaan burung merpati sebagai alat komunikasi memang lazim dilakukan jauh sebelum teknologi komunikasi terbentuk, seperti era peradaban kuno, dan pada era perang.

Ketika masa perang, misalnya, sekitar 250 ribu burung merpati digunakan untuk membawa pesan selama Perang Dunia. Bahkan, sekitar 60 di antaranya tercatat berjasa besar dan memperoleh penghargaan karena berhasil mengirim pesan penting melintasi ratusan kilometer, yang memberikan keuntungan strategis bagi pihak terkait.

Merpati dipilih karena dinilai sebagai alat komunikasi yang efektif dan sulit dideteksi musuh. Pesan yang dibawanya tidak terlihat, sehingga burung tersebut tampak seperti merpati biasa saat melintasi wilayah pertempuran.

Meski demikian, pertanyaan mendasar kemudian muncul. Bagaimana merpati bisa menemukan jalan dan mengantarkan pesan ke tujuan yang tepat?

Jawabannya berkaitan dengan kemampuan biologis unik yang dimiliki burung ini. Berdasarkan riset tim peneliti gabungan dari Ludwig-Maximilians-Universität (LMU), München, Jerman, berjudul "A global screen for magnetically induced neuronal activity in the pigeon brain" (2025), merpati memanfaatkan sistem pendeteksi medan magnet bumi yang berkaitan dengan organ telinganya.

Penelitian itu mengungkap kemampuan navigasi merpati berkaitan erat dengan sistem keseimbangannya. Saat burung ini menggerakkan kepala, aktivitas di dalam kanal telinga, termasuk pergeseran membran dan cairan endolimfa, memicu sinyal elektromagnetik. Sinyal tersebut lalu diterima oleh sel sensorik khusus dan diteruskan ke otak melalui saraf vestibular.

Dari proses inilah otak merpati mampu membaca dan memetakan medan magnet bumi, sehingga burung tersebut dapat menentukan arah dan kembali ke kandangnya tanpa kehilangan orientasi.

(mfa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |