Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengakui sebanyak 13,5 juta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) sepanjang 2025.
Dari jumlah tersebut sebanyak 87.591 orang telah melakukan reaktivasi pada tahun lalu. Sebagian lainnya, ada yang beralih ke kepesertaan mandiri. Adapun, Gus Ipul menegaskan penonaktifan dilakukan oleh pemerintah daerah (Pemda).
"Jadi penonaktifan yang pas ini atau juga yang langsung diambil alih Pemda. Jadi otomatis oleh APBD mereka," kata Mensos dalam rapat dengan pimpinan komisi DPR RI, Senin (9/2/2026).
Adapun, penonaktifan PBI-JKN ini mencuat di publik serta ada beberapa pasien yang ditolak untuk melakukan cuci darah. Ini dipengaruhi oleh pembaruan data dari PBIJK dari DTKS pada Mei 2025. Namun, hal ini harus dilakukan agar penyaluran PBI-JKN lebih tepat sasaran.
Kebijakan ini, menurut Direktur BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, menyebabkan penurunan kepesertaan PBI-JKN aktif pada 1 Juni 2025. Saat itu, terjadi buffer reaktivasi, untuk mengatasi adanya peserta nonaktif yang masih membutuhkan layanan kesehatan.
Dia mengungkapkan penolakan rumah sakit terhadap pasien kritis sebenarnya tidak boleh dilakukan, terlepas PBI-JKN-nya nonaktif.
"UU Nomor 17, UU-nya Pak Menkes itu ada," tegasnya.
Foto: Materi paparan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti dalam rapat konsultasi dengan Pimpinan Komisi DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)
Materi paparan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti dalam rapat konsultasi dengan Pimpinan Komisi DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)


