Kandidat Lengkap Direksi dan Komisaris Baru Astra International (ASII)

12 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Astra International Tbk. (ASII) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 23 April 2026. Salah satu mata acara yang akan dibahas dan meminta persetujuan pemegang saham adalah pergantian jajaran manajemen termasuk pucuk pimpinan.

Disebutkan bahwa, pemegang saham utama, Jardine Cycle & Carriage Limited mengusulkan sejumlah nama untuk mengisi posisi direksi, antara lain Rudy sebagai Presiden Direktur, serta beberapa direktur lainnya, seperti Gidion Hasan, Santosa, Gita Tiffani Boer, FXL Kesuma, Thomas Junaidi Alim. W, Hsu Hai Yeh, Siswadi, dan Djap Tet Fa.

Sebagai informasi Rudy saat ini merupakan wakil presiden direktur Astra. Dia telah lama berkarir di Astra dan menduduki sejumlah jabatan penting, seperti presiden komisaris PT Astra Honda Motor dan PT Toyota Astra Motor, wakil presiden komisaris PT United Tractors Tbk, hingga direktur independen dan direktur keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk. 

Nama baru yang akan mengisi jajaran direksi Astra adalah Siswadi yang saat ini menjabat sebagai presiden komisaris PT Federal International Finance, PT Astra Sedaya Finance, dan PT Sedaya Multi Investama. Lalu ada Djap Tet Fa yang saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk. 

Sementara itu, jajaran komisaris juga diusulkan diisi oleh sejumlah nama seperti Prijono Sugiarto sebagai Presiden Komisaris serta beberapa komisaris independen antara lain Sri Indrastuti Hadiputranto, Muliaman Darmansyah Hadad, Muhamad Chatib Basri, dan Pariya Tangtongpairot.

Sedangkan usulan jajaran komisaris antara lain, Anthony John Liddell Nightingale dan Benjamin William Keswick.

Dalam daftar usulan komisaris, nama Chatib Basri kembali muncul. Dia merupakan ekonom Indonesia yang sempat menjabat sebagai menteri keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Chatib tercatat memiliki sejarah panjang dengan Astra. Pada 2005-2012 dia duduk sebagai komisaris independen PT Astra Otoparts Tbk dan kemudian pada 2015-2019 dia dipercaya sebagai komisaris independen Astra International. 

Nama-nama lain kebanyakan merupakan komisaris ASII yang akan diangkat kembali. Ada dua nama baru, yakni Pariya Tangtongpairoth dan Benjamin William Keswick. Tangtongpairoth adalah Vice President - Accounting & Shared Services Center Division, Toyota Motor Asia, Co. Ltd., Thailand, sedangkan Keswick Executive Chairman, Jardine Matheson.

Selain itu, mata acara lainnya yang akan dibahas adalah pembagian dividen dari capaian laba bersih konsolidasi yang sebesar Rp 32,76 triliun. Sejalan dengan capaian tersebut, perseroan mengusulkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 390 per saham.

Besaran dividen tersebut sudah termasuk dividen interim Rp 98 per saham yang telah dibayarkan pada Oktober 2025. Dengan demikian, sisa dividen sebesar Rp 292 per saham direncanakan akan dibagikan pada Mei 2026.

Dalam agenda remunerasi, Astra mengusulkan penetapan total honorarium Dewan Komisaris maksimal sebesar Rp 2,16 miliar per bulan (gross), berlaku sejak 23 April 2026 hingga penutupan RUPST 2027.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |