Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggenjot pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah ini ditempuh sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus mendorong ekonomi di berbagai daerah.
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menuturkan, program pembangunan kampung nelayan berangkat dari kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki 12.000 desa pesisir, namun hanya sekitar 5.000 desa pesisir saja yang memiliki masyarakat yang benar-benar berprofesi sebagai nelayan.
"Tapi yang berprofesi 100% kira-kira nelayan itu sekitar 5 ribuan, 5 ribu desa dan itu mereka penghidupannya 100% tergantung dari laut. Ini yang kita koreksi, yang kita perbaiki. Lalu kemudian yang 12 ribu desa yang lainnya itu nanti kita akan sesuaikan dengan karakteristiknya kira-kira seperti apa gitu," ungkap Trenggono dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dengan tema "Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian," Rabu (24/6/2026).
Dengan kata lain, lanjut dia, tidak semua desa pesisir akan dikembangkan menggunakan pendekatan yang sama. Sebab, beberapa kawasan ada yang memiliki potensi menjadi desa wisata, sedangkan yang lainnya lebih cocok untuk sentra budidaya perikanan dan sebagainya. Hal ini akan diidentifikasi langsung oleh pemerintah melalui KKP.
"Nah tujuannya apa? Supaya terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi di situ," jelas dia.
Di samping itu, Trenggono mengatakan, prioritas utama pemerintah tertuju pada desa-desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Pasalnya, kehidupan masyarakat di sana sangat bergantung terhadap hasil laut dalam memenuhi kebutuhannya.
"Tapi yang pasti adalah nelayan dulu. Karena nelayan kan kurang lebih sekitar 3,5 juta yang berprofesi sebagai nelayan, nah ini yang kita koreksi," terang dia.
Menurut Trenggono, tujuan dari program KNMP bukan semata-mata untuk meningkatkan produksi perikanan, melainkan juga untuk mendorong masyarakat pesisir mendapatkan manfaat yang lebih besar dari itu. Dalam praktiknya, KNMP dirancang sebagai ekosistem perikanan terintegrasi dari hulu ke hilir.
"Ada kolektor di situ (kampung nelayan) karena kualitas ikannya jadi bagus, karena di situ ada pabrik es yang kita bangun, lalu kemudian mereka juga punya logistik, dia mudah untuk mendapatkan logistik perbekalan melaut, lalu kemudian kalau kapalnya rusak juga mudah untuk dikoreksi, diperbaiki, ada bengkelnya di situ dan seterusnya gitu. Terus kemudian bahan bakar untuk mereka melaut segala macam juga mudah didapat di situ," ungkapnya.
Berkat dukungan infrastruktur yang memadai dari pemerintah, ikan hasil tangkapan para nelayan kualitasnya bisa terjaga lebih baik atau lebih segar. Mereka juga bisa langsung menyimpannya di dalam pendingin (cold storage) sebelum diserap oleh pembeli. Dengan demikian, para nelayan tidak perlu lagi menjual ikan dengan cepat dengan harga rendah.
"Jadi setiap mereka pulang, kan one day fishing rata-rata, one day, two days gitu, jadi mereka itu dua hari melaut atau sehari melaut, begitu kembali dia bawa ikannya, langsung disimpan di cold storage, dan seterusnya gitu. Nah dari situ kemudian di-collect sama kolektornya sudah ada, lalu di-export untuk perjalanan ekspor," jelas dia.
Untuk ke depannya, KKP menargetkan pembangunan 1.369 kampung nelayan hingga akhir 2026. Berdasarkan prediksi pemerintah, program ini mampu menghasilkan produksi perikanan sekitar 2,8 juta ton per tahun.
(rah/rah)
Addsource on Google






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522153/original/020711000_1772719961-Belum_waktunya_menyerah__penggawa______________DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlory__1_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496722/original/026716900_1770597145-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249375/original/065795600_1749635323-viet_3.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5519387/original/022712600_1772553400-20260303IQ_Persija_Jakarta_vs_Borneo_Fc-7.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174269/original/058441100_1742913019-20250325BL_Timnas_Indonesia_Vs_Bahrain_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-15.JPG)