Jakarta, CNBC Indonesia - Sampah merupakan salah satu persoalan yang sangat serius dan harus ditangani dengan tepat. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nuroq, menyatakan bahwa timbunan sampah nasional telah mencapai 140.000 ton per hari. Jika tidak dikelola dengan tepat, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari kerusakan lingkungan hingga gangguan kesehatan.
Mengatasi masalah persampahan nasional bukanlah perkara mudah - dibutuhkan strategi dan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, industri swasta, komunitas, hingga seluruh lapisan Masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dalam hal ini, berbagai perusahaan telah mengambil inisiatif untuk berkontribusi dalam mengatasi masalah persampahan di Indonesia, salah satunya Unilever Indonesia (UNVR).
Director of Communications, Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia, Nurdiana Darus, menyampaikan bahwa komitmen keberlanjutan Unilever Indonesia telah berjalan lebih dari dua dekade, khususnya dalam upaya pengelolaan sampah plastik.
"Sebagai produsen, kemasan plastik memegang peran penting untuk memastikan produk Unilever sampai ke tangan konsumen dengan aman. Dalam konteks di Indonesia, distribusi produk masih membutuhkan kemasan yang kuat dan tahan banting-karena itu penggunaan plastik masih diperlukan," Ungkap Nurdiana kepada CNBC Indonesia dikutip Selasa (17/3/2026)
"Namun, kami juga menyadari apabila plastik tersebut tidak dikelola dengan baik, akan merugikan lingkungan dan manusia," lanjutnya.
Nurdiana menambahkan, UNVR terus mengambil langkah nyata untuk mengelola sampah plastik dari hulu ke hilir. Di hulu, UNVR secara internal terus berinovasi dalam mengembangkan desain kemasan agar bisa mengurangi jumlah plastik atau dengan plastik yang ramah lingkungan.
Di hilir, penanganan sampah yang dilakukan Unilever Indonesia dilakukan melalui berbagai inisiatif, seperti Bank Sampah, Refill Station, dan Reverse Vending Machine.
Di tahun 2025, UNVR telah mengembangkan lebih dari 5.000 Bank Sampah di 50 kota/kabupaten yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia. Kemudian, di beberapa titik bank sampah tersebut juga terdapat gerai isi ulang produk Unilever (U-Refill) dengan total 2.900 gerai yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Surabaya. Adapun melalui inisiatif Reverse Vending Machine (RVM), perusahaan mengajak konsumen untuk membawa dan menukarkan botol plastik bekas mereka, yang kemudian dapat ditukar dengan uang.
"Selain itu, kami terus berupaya melakukan edukasi dan sosialisasi terkait perubahan perilaku, serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan yang relevan dalam mengatasi permasalahan sampah ini," tambah Nurdiana.
Adapun hingga 2025, Unilever Indonesia telah berhasil mengumpulkan dan memproses lebih dari 80.000 ton sampah plastik, lebih banyak daripada yang digunakan perusahaan dalam kemasan produknya.
"Komitmen kami terus berlanjut, dan kami berharap berbagai inisiatif serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dapat semakin diperkuat. Kami juga berharap kita semua dapat mulai membiasakan langkah-langkah kecil di rumah dan lingkungan sekitar untuk menjaga kelestarian lingkungan," tutup Nurdiana.
(rah/rah)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450746/original/023400300_1766159119-national-773x380.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102047/original/017122200_1737427568-safee-sali_30ea701.jpg)

