Heboh Trump Ribut dengan Paus Leo, Kini Pamer Gambar "Dipeluk Yesus"

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi panas setelah mengunggah sebuah gambar yang memperlihatkan sosok Yesus Kristus sedang memeluk dirinya di tengah perseteruan yang kian meruncing antara pemerintahannya dengan pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV.

Gambar yang diunggah ulang di akun Truth Social milik Trump pada Rabu (15/4/2026) tersebut menampilkan sang presiden sedang memejamkan mata dengan posisi pelipis yang bersentuhan dengan sosok Yesus yang berpose serupa. Dalam foto tersebut, Trump tampak berdiri di belakang sebuah mikrofon dengan latar belakang bendera Amerika Serikat, di mana unggahan aslinya menyertakan takarir yang menyebut bahwa Tuhan mungkin sedang memainkan kartu Trump-nya.

Trump kemudian menambahkan keterangannya sendiri saat membagikan unggahan tersebut dengan nada menantang kepada lawan-lawan politiknya.

"Orang-orang gila Kiri Radikal mungkin tidak menyukai ini, tetapi menurut saya ini cukup bagus!!!" tulis Trump dalam unggahan tersebut.

Aksi ini dilakukan Trump setelah sebelumnya ia sempat mengunggah gambar yang menggambarkan dirinya sebagai sosok serupa Yesus awal pekan ini, namun unggahan tersebut segera dihapus setelah menuai kritik luas. Trump yang dikenal memiliki basis pemilih Kristen dan Katolik yang besar meskipun jarang beribadah di gereja, kini sedang terlibat perseteruan sengit dengan Paus Leo XIV, Paus pertama asal AS yang sangat vokal mengkritik perang yang dipicu oleh serangan AS-Israel ke Iran.

Pada Selasa malam, Trump kembali menegaskan kritiknya terhadap sang pemimpin agama dengan meminta agar Paus lebih memperhatikan tindakan Iran terkait senjata nuklir.

"Tolong seseorang beri tahu Paus Leo tentang pembunuhan pengunjuk rasa oleh Iran dan bahwa bagi Iran untuk memiliki Bom Nuklir adalah hal yang mutlak tidak dapat diterima," tulis Trump dalam unggahan terpisah di Truth Social.

Sikap keras Trump ini juga didukung oleh Wakil Presiden JD Vance yang merupakan seorang mualaf Katolik sejak tahun 2019. Vance menilai pernyataan Paus yang menyudutkan pihak yang terlibat dalam perang sebagai tindakan yang keliru secara teologis.

"Sangat, sangat penting bagi Paus untuk berhati-hati saat berbicara tentang masalah teologi karena Paus salah jika mengatakan bahwa murid-murid Kristus tidak pernah berpihak pada mereka yang dulu menghunus pedang dan sekarang menjatuhkan bom," tegas JD Vance pada Selasa malam.

Paus Leo XIV sendiri merespons serangan-serangan Trump sebelumnya dengan menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki rasa takut terhadap pemerintahan Trump dan akan terus menyuarakan pendapatnya. Dalam pidatonya di Aljir pada Senin, ia mengecam kekuatan dunia "neokolonial" yang dianggap melanggar hukum internasional tanpa menyebutkan negara tertentu secara spesifik.

Meski reaksi daring terhadap unggahan terbaru Trump ini lebih tenang dibandingkan sebelumnya, organisasi Katolik besar seperti Knights of Columbus tetap berdiri membela kepemimpinan Paus. Ksatria Agung Patrick Kelly mengeluarkan pernyataan resmi yang membela posisi suci sang Paus dari serangan politik.

"Paus Leo XIV secara konsisten menyerukan perdamaian, dialog, dan pengendalian diri di dunia yang ditandai oleh perang dan penderitaan. Kata-kata Bapa Suci bukanlah poin pembicaraan politik-itu adalah refleksi dari Injil itu sendiri," ungkap Patrick Kelly dalam pernyataan resminya.

Di sisi lain, Ketua DPR AS dari Partai Republik Mike Johnson justru menilai wajar jika Paus mendapatkan kritik setelah sang pemimpin agama dianggap terlalu jauh masuk ke dalam ranah politik. Johnson mengaku terkejut dengan pernyataan Paus yang menyebut bahwa Tuhan tidak mendengar doa orang-orang yang berperang.

"Ini adalah masalah teologi Kristen yang sudah sangat mapan. Ada sesuatu yang disebut doktrin 'perang yang adil'. Saya sedikit terkejut dengan pernyataan Paus tentang mereka yang terlibat dalam perang, bahwa Yesus tidak mendengar doa mereka atau semacamnya," kata Mike Johnson dalam konferensi pers.

Pernyataan Johnson tersebut merujuk pada pidato Paus Leo pada 29 Maret di Lapangan Santo Petrus, di mana Paus mengutip ayat Alkitab untuk menegaskan bahwa Yesus menolak doa orang-orang yang tangannya berlumuran darah akibat perang.

(tps/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |