- Pasar keuangan Indonesia berakhir beragam, bursa saham menguat sementara rupiah melemah
- Wall Street mayoritas melemah, saham teknologi ambruk
- Data pertumbuhan ekonomi, pertemuan tahunan OJK hingga data ekonomi dunia akan menjadi penggerak pasar hari ini
Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam Rabu (4/2/2026). Bursa saham menguat sementara rupiah melemah.
Pasar keuangan Indonesia diharapkan kompak menguat pada perdagangan hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar keuangan hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan di zona hijau, Rabu (4/2/2026). Indeks ditutup naik 0,3% atau 24,12 poin ke level 8.146,72.
Sebanyak 391 saham turun, 301 naik, dan 125 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 25,7 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp 14.706 triliun.
Ada 45,4 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,81 juta kali transaksi. Asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1,44 triliun pada perdagangan kemarin, lebih besar dibandingkan dengan Rp 854 miliar pada hari sebelumnya.
Penguatan saham perbankan seiring dengan aliran dana asing yang mengalir deras ke sektor tersebut. PT Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Bank Central Asia (BBCA) kompak masuk dalam lima besar saham dengan net foreign buy terbesar.
Adapun tekanan terhadap IHSG masih berlanjut seiring dengan upaya pemerintah melakukan reformasi pasar saham Tanah Air. Sebagaimana diketahui, IHSG menjadi sorotan setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan rebalancing indeks untuk Indonesia periode Februari 2026.
Beralih ke pasar valas, nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (4/2/2026).
Merujuk data Refinitiv, rupiah menutup perdagangan kemarin dengan pelemahan sebesar 0,06% atau terdepresiasi ke level Rp16.765/US$.
Kondisi rupiah berbalik dari perdagangan sebelumnya, di mana berhasil menguat 0,18% di level Rp16.755/US$.
Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak di rentang level Rp16.750/US$-Rp16.775/US$. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 15.00 WIB terpantau tengah mengalami pelemahan sebesar 0,07% di level 97,367.
Rupiah sebenarnya mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS di pasar global, seiring sikap hati-hati pelaku pasar yang menanti rilis data ekonomi Amerika Serikat. Dolar tertekan karena investor menunggu kepastian arah kebijakan The Fed, terutama terkait waktu pemangkasan suku bunga.
Perhatian pasar tertuju pada data penggajian swasta ADP dan survei sektor jasa ISM yang dinilai memberi sinyal awal terhadap laporan tenaga kerja utama nonfarm payrolls, yang sempat tertunda akibat penutupan sebagian layanan pemerintah AS namun diperkirakan segera dirilis setelah penutupan tersebut berakhir.
Meski sentimen global relatif mendukung, rupiah belum mampu memanfaatkannya karena tekanan dari dalam negeri, khususnya arus keluar dana asing di pasar saham Indonesia.
Dari sisi domestik, pemerintah tetap menyuarakan optimisme. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai nilai tukar rupiah saat ini belum mencerminkan fundamental ekonomi dan masih berada di level undervalued, bahkan membuka peluang penguatan signifikan dalam waktu dekat hingga mendekati Rp15.000 per dolar AS.
Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melandai ke 6,29%, dari sebelumnya ke 6,34%. Melandainya imbal hasil menandai harga SBN tengah naik karena diburu investor.

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)
