Gabungan Pengusaha Sawit Buka Suara Soal Penyebab Banjir Sumatra

2 hours ago 1

Depok, CNBC Indonesia - Beberapa waktu belakangan ini, industri kelapa sawit menjadi sorotan menyusul banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Menanggapi tudingan yang menyebut aktivitas perkebunan sawit sebagai penyebab bencana tersebut, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menilai tuduhan itu tidak bisa langsung ditarik sebagai hubungan sebab-akibat.

Media Relations GAPKI Mochamad Husni, mengatakan sejak awal pihaknya sudah melihat arah isu publik yang mengaitkan banjir dengan industri sawit.

"Jadi memang ketika itu heboh gitu ya kami sudah antisipasi tuh arahnya akan nyerempet-nyerempet industri sawit," kata Husni dalam Workshop Jurnalis Program Biodiesel Sawit 2026 di Depok, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).

Namun, menurutnya, informasi mengenai penyebab banjir pada saat itu juga belum sepenuhnya jelas. Karena itu, GAPKI menilai perlu kehati-hatian dalam menyimpulkan keterkaitan langsung antara banjir dan aktivitas industri sawit.

"Kami tahu teman-teman media juga mendapatkan informasi yang tidak terlalu clear mengenai banjir itu sendiri, karena itu kita perlu sangat hati-hati untuk menjawabnya," ujarnya.

Husni mengatakan, tudingan terhadap industri sawit tidak bisa digariskan begitu saja sebagai penyebab banjir Sumatra.

"Informasi mengenai hubungan antara industri sawit dengan banjir itu sendiri bukan sesuatu yang bisa dengan langsung digariskan (sebab-akibat)," jelasnya.

Ia juga menekankan, industri sawit yang dijalankan sesuai aturan seharusnya tidak serta-merta bisa dituding sebagai penyebab banjir. Menurut Husni, anggota GAPKI pada prinsipnya patuh terhadap regulasi dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

"Sebetulnya kalau industri sawit itu dikontrol dengan baik, sejauh ini anggota-anggota kami sendiri manut kepada regulasi dan ketentuan-ketentuan pemerintah. Sehingga kalau dituduh sebagai pelaku dari penyebab banjir itu sebetulnya boleh dilihat itu," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah juga sempat merespons anggapan yang menyebut banjir di sejumlah wilayah Sumatra dipicu oleh aktivitas perkebunan sawit.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menilai tudingan tersebut perlu diuji melalui pemeriksaan yang jelas.

"Ya itu dicek saja lah, saya kira bisa dicek," kata Sudaryono dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Ia menegaskan, pemerintah tidak akan ragu menindak pihak manapun jika terbukti melanggar aturan dan menjadi penyebab bencana. Sikap tersebut, kata dia, sudah ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna.

"Ini intinya Anda semua sudah lihat pernyataan Presiden kemarin di rapat Kabinet bahwa yang melanggar tidak ada ragu-ragu, Presiden pasti tindak semua, siapapun itu, nggak ada yang tidak bisa ditindak," ujarnya.

Sudaryono menambahkan, Presiden juga menyampaikan secara terbuka bahwa penegakan hukum akan dilakukan tanpa pandang bulu terhadap pihak yang terbukti menyebabkan bencana.

"Presiden secara tegas di Rapat Kabinet, live di TV, pernyataan terbuka bahwa siapapun yang melanggar dan menyebabkan bencana ini harus ditindak, diusut dan tindak dihukum dengan hukuman yang setimpal, kira-kira gitu," tegasnya.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |