Jakarta, CNBC Indonesia- China tiba-tiba pening karena peta. Bea cukai negara itu bahkan melakukan penyitaan puluhan ribu peta bermasalah.
Ada 60.000 peta yang "diamankan". Ada apa?
"Peta-peta tersebut disita saat pemeriksaan sejumlah barang ekspor di provinsi timur Shandong," kata otoritas bea cukai dalam sebuah pernyataan di aplikasi pesan WeChat, dikutip AFP, Kamis (16/10/2025).
China menegaskan bahwa beberapa peta salah melabeli Taiwan. Peta-peta itu juga menghilangkan pulau-pulau "penting" serta "sembilan garis putus-putus", yang digunakan China untuk membenarkan klaim maritimnya di Laut China Selatan (LCS).
Peta-peta lain yang disita tidak memuat garis batas antara pulau-pulau maritim China dan Jepang. China menyebut "peta-peta ini membahayakan persatuan nasional, kedaulatan, dan integritas teritorial dan dilarang untuk diimpor atau diekspor".
Peta telah lama menjadi topik sensitif bagi China dan negara-negara lain di kawasan tersebut karena klaim teritorial yang saling bersaing. Polisi Vietnam menyelidiki merek teh China, Chagee, pada bulan Maret atas peta daring yang menampilkan "sembilan garis putus-putus" Beijing.
Pada bulan yang sama, boneka "Baby Three" buatan China ditarik dari toko-toko di Vietnam. Pasalnya ada tanda wajah yang diduga menyerupai "sembilan garis putus-putus".
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Perang Baru di Asia Tinggal Menunggu Waktu, AS Bongkar Strategi China

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)

