Breaking: IHSG Dibuka Anjlok 2,5%, Tinggalkan Level 8.000

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok 2,5% pagi ini, Jumat (6/2/2026). Indeks dibuka turun ke level 7.800an

Sebanyak 364 saham turun, 76 naik, dan 518 tidak bergerak. Nilai transaksi pada pembukaan perdagangan mencapai 505,5 miliar, melibatkan 850,6 juta saham dalam 67.780 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun kembali merosot menjadi Rp 14.360 triliun. 

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan mengalami tekanan pada hari ini setelah lembaga pemeringkat Moody's Investors Service (Moody's) menurunkan outlook kredit Indonesia.

Selain itu ambruknya bursa Wall Street, melandainya pasar tenaga kerja hingga anjloknya harga emas juga diperkirakan akan menekan pasar keuangan Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto buka suara mengenai Moody's Ratings menurunkan peringkat outlook pemerintah Indonesia menjadi negatif dari stabil.

Dia mengatakan outlook negatif itu karena kurangnya penjelasan dari pemerintah dan lembaga pengelola investasi baru, yakni Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Airlangga menyebut APBN tahun ini memang "agak berbeda" karena banyak mengelontorkan program unggulan Prabowo. Seperti di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan untuk pelayanan masyarakat.

Sementara penggerak pertumbuhan adalah investasi melalui Danantara, dari sebelumnya dilakukan melalui APBN.

"Ini yang banyak rating agency ataupun di pasar keuangan global belum paham. Jadi ini yang harus kita beri penjelasan," kata Airlangga saat memberikan arahan di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, Kamis (5/2/2026).

Menurut Airlangga, keberadaan Danantara memungkinkan reformasi terhadap badan usaha milik negara (BUMN) agar bisa bergerak seperti sektor swasta.

"Karena sebetulnya dengan Danantara, kita sebetulnya meng-unlocked dan melakukan reform terhadap state owned enterprise yang selalu mereka minta untuk bisa dipisahkan. Dan ini diminta juga untuk mereka bisa bergerak seperti private sector," tutur Airlangga.

Menurutnya, penurunan peringkat Indonesia dari para lembaga pemeringkat seperti Moody's S&P dan lain-lain, bisa dijawab dengan komunikasi, transparansi, serta roadshow dari otoritas.

Kendati demikian Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 mencapai 5,39% secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pada kuartal III-2025 yakni 5,04%.

Pertumbuhan kuartal IV-2025 juga menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022 (5,73%) atau dalam 13 kuartal atau lebih dari tiga tahun.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |