Bos Pengusaha Beri Kabar Baik, Warga RI Bakal Padati Mal-Minta Ini

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha mal maupun ritel modern memprediksi traffic pengunjung mal akan meningkat jelang Imlek dan Ramadan 2026. Bahkan, traffic pengunjung diperkirakan tinggi hingga Lebaran 2026.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan potensi ramainya pengunjung mal karena akan ada dukungan dari pemerintah pusat dan daerah agar konsumsi masyarakat bisa terjaga.

"Jelang imlek dan Ramadan, kami perkirakan mal bakal ramai ya, ya sampai April lah. Karena berkaca dari Natal dan Tahun Baru 2025, pengunjung meningkat," kata Budihardjo kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (6/2/2026).

Bahkan, sejak adanya kegiatan yang unik-unik di mal, seperti jasa cari jodoh, turut membantu meningkatkan jumlah pengunjung.

"Sejak ada event-event menarik seperti diskon-diskon, kemudian ada event cari jodoh, itu membantu sekali. Apalagi ini Imlek dan Ramadan saling berdekatan, jadi ada potensi peningkatan pengunjung," lanjutnya.

Meski hingga Lebaran 2026 mal cenderung ramai, tetapi setelah lebaran yakni pada Mei hingga September, menjadi tantangan bagi pengelola mal karena hari-hari besar cenderung minim.

"Yang kami khawatirkan itu setelah April sampai September, itu yang kita harus pikirkan event-event yang bisa mengundang orang dan menciptakan daya beli, karena setelah Lebaran, hari-hari besar cenderung sedikit," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk terus mendukung agar mal bisa terus berkembang dan keramaian tidak hanya terjadi saat ada hari besar.

"Nah itu yang kita harapkan terus didukung. Bagaimana menciptakan daya beli dengan cara aktif mengundang investasi, membuat acara supaya orang luar negeri bisa nonton konser atau ada pameran besar business-to business (B2B), sehingga orang datang dari luar negeri ratusan ribu, datang pasti membawa uang untuk makan, berbelanja, dan lain-lain," jelasnya.

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, memperkirakan rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada 2026 akan meningkat sekitar 10% dibandingkan 2025, dengan tingkat okupansi berada di kisaran 85% hingga 90%.

Ia menilai, kinerja industri ritel akan dibuka relatif baik pada triwulan I-2026 seiring hadirnya berbagai momentum positif, seperti tahun baru, Imlek, Ramadan, Idul Fitri, kenaikan upah minimum, tunjangan hari raya, hingga bonus yang menopang konsumsi.

Namun demikian, Alphonzus mengingatkan adanya risiko perlambatan di pertengahan tahun.

"Yang harus diwaspadai dan diantisipasi adalah triwulan kedua dan ketiga yang akan menjadi 'low season' cukup panjang sehubungan beberapa faktor penting dimaksud di atas semuanya akan terjadi secara bersamaan di triwulan pertama tahun 2026," kata Alphonzus.

Karena itu, ia menekankan perlunya langkah antisipatif dari seluruh pemangku kepentingan.

"Seluruh pemangku kepentingan industri bisnis ritel bersama dengan pemerintah harus mempersiapkan berbagai strategi ataupun stimulus untuk menopang kinerja penjualan ritel agar tidak terdampak secara dalam sepanjang 'low season' yang relatif cukup panjang," ucapnya.

(dce/dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |