Bidik 100 GW PLTS, RI Bangun Industri Manufakturnya di Dalam Negeri

2 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menargetkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 Gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan. Seiring dengan hal tersebut, penguatan industri manufaktur energi surya dalam negeri menjadi fokus utama.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan kehadiran industri energi surya nasional yang kuat menjadi kunci dalam mendukung percepatan pengembangan PLTS di Indonesia.

"Salah satu unsur yang mendukung pengembangan PLTS di negara kita adalah kita harus menghadirkan industri energi surya nasional yang kuat, karena memberikan multiplier effect yang besar, menciptakan lapangan pekerjaan, memberikan potensi bagi industri manufaktur, juga peningkatan investasi, serta penguatan daya saham Indonesia di tingkat global," kata Eniya dalam acara Launching 1 GW PLTS Atap Indonesia, Selasa (21/4/2026).

Menurut Eniya, pihaknya saat ini juga memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan lokal yang dapat terlibat dalam pengembangan ekosistem industri surya nasional.

Ia menambahkan, dalam tahap implementasi ke depan, pemerintah akan mendorong keterlibatan aktif perusahaan dalam negeri termasuk sebagai pengembang, agar manfaat ekonomi dari proyek PLTS dapat tersebar lebih luas dan tercipta lebih cepat.

"Saat ini pemerintah mendorong agar rantai pasok industri surya dapat tumbuh secara nasional, dan kita ketahui mulai dari produksi modulnya, inverter hingga komponen pendukungnya, seluruh ekosistem dari industri surya itu harus tumbuh di Indonesia," katanya.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan investasi, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Adapun, selama ini keterbatasan SDM dinilai masih menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan energi surya di Indonesia.

"Dengan ini akan tercipta suatu ekosistem yang menumbuhkan peningkatan investasi, pembiayaan, lalu kapasitas sumber daya manusia juga bisa tumbuh, karena selama ini bottleneck juga masalah ESDM yang harus dikuatkan untuk menjadi bagian dari ekosistem yang berkelanjutan," kata Eniya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |