Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Hamas dilaporkan akan mengadakan pembicaraan langsung pertama mereka sejak gencatan senjata Gaza, Palestina. Ini menjadi upaya terbaru kedua belah pihak untuk memajukan gencatan senjata yang rapuh.
Laporan dimuat CNN International mengutip dua sumber Hamas. Sumber itu mengatakan sebuah delegasi yang dipimpin oleh penasihat senior AS Aryeh Lightstone bertemu dengan kepala negosiator Hamas Khalil al-Hayya di Kairo pada Selasa malam lalu, waktu setempat.
"Lightstone didampingi oleh Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian yang didukung AS untuk Gaza, oleh Nickolay Mladenov," kata para pejabat dikutip Kamis (16/4/2026).
Al-Hayya sendiri selamat dari upaya pembunuhan oleh Israel di ibu kota Qatar, Doha, September lalu. Ia mendesak Lightstone untuk menekan Israel melaksanakan komitmennya pada fase pertama perjanjian gencatan senjata, termasuk penghentian serangan dan masuknya lebih banyak bantuan kemanusiaan.
"Ini agar semua pihak dapat beralih ke fase berikutnya," kata sumber tersebut.
Gencatan senjata Gaza dilakukan sejak bulan Oktober. Ini mengakhiri perang selama dua tahun di Gaza.
Namun gencatan senjata gagal menjawab pertanyaan substantif tentang masa depan wilayah yang hancur tersebut, termasuk peran Hamas dalam peran keamanan atau pemerintahan di masa depan. Hamas telah menegaskan kembali kendalinya atas sebagian wilayah Gaza yang tidak diduduki Israel, dan militer Israel terus melakukan serangan yang sering terjadi di wilayah tersebut.
"Pertemuan hari Selasa itu terjadi beberapa hari setelah Lightstone bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk mengamankan komitmen Israel untuk sepenuhnya melaksanakan persyaratannya di bawah fase pertama gencatan senjata," kata sebuah sumber AS dan seorang diplomat yang mengetahui pertemuan tersebut.
"Salah satu sumber mengatakan Israel setuju untuk melaksanakan persyaratan tersebut jika Hamas berkomitmen untuk melucuti senjata," tambah laporan itu.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 765 orang di Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan pada bulan Oktober. Meski demikian, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, belum mau berkomentar banyak soal negosiasi yang sedang berlangsung.
(sef/sef)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450746/original/023400300_1766159119-national-773x380.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102047/original/017122200_1737427568-safee-sali_30ea701.jpg)

