6 Jus Buah Paling Sehat untuk Tubuh Menurut Studi

2 hours ago 1
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Segelas jus kerap menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang. Mulai dari jus jeruk di pagi hari, jus apel sebagai teman camilan, hingga jus yang dipakai sebagai campuran minuman. Namun, meski terkesan sehat, jus buah tetap perlu dikonsumsi dengan bijak.

Dalam jumlah moderat, jus buah 100 persen murni dapat memberikan asupan vitamin, kalium, magnesium, serta polifenol. Polifenol merupakan senyawa antioksidan alami dari tumbuhan yang berperan melindungi tubuh dari stres oksidatif, peradangan, hingga penyakit kronis.

Walau begitu, para ahli gizi tetap merekomendasikan konsumsi buah utuh dibanding jus. Proses penghancuran buah menjadi jus melepaskan gula alaminya dan menghilangkan sebagian serat, sehingga berisiko meningkatkan gula darah serta merusak gigi jika dikonsumsi berlebihan.

Satu gelas kecil per hari atau sekitar 150 mililiter masih dianggap aman dan bisa masuk dalam pola makan sehat. Studi tahun 2023 juga menunjukkan, beberapa jenis jus menawarkan manfaat kesehatan yang lebih menonjol dibanding yang lain, meski tidak ada satu jus yang paling unggul untuk semua aspek kesehatan. Berikut daftarnya dilansir dari Euro News, Rabu (4/2/2026):

1. Jus Citrus (Jeruk dan Lemon)

Jus jeruk menjadi favorit saat sarapan. Kandungan vitamin C-nya membantu menjaga daya tahan tubuh dan berfungsi sebagai antioksidan. Studi terbaru menunjukkan jus jeruk dapat membantu meredakan peradangan dan menurunkan tekanan darah.

Namun, manfaat tersebut menurun jika dikonsumsi berlebihan. Asupan di atas 500 mililiter per hari justru meningkatkan asupan gula alami.

Sementara itu, jus lemon juga dikaitkan dengan penurunan tekanan darah. Mengonsumsi setara satu buah lemon per hari disebut dapat membantu mengontrol hipertensi, terutama jika diminum sebelum makan.

2. Jus Delima

Jus delima murni termasuk yang paling kuat bukti manfaat kesehatannya. Kandungan polifenolnya tinggi dan berperan sebagai antioksidan kuat.

Efek positif jus delima justru optimal pada porsi kecil. Konsumsi di atas 200 mililiter per hari tidak menunjukkan manfaat tambahan dan hanya meningkatkan asupan gula.

3. Jus Bit

Bit kaya akan nitrat anorganik yang di dalam tubuh akan berubah menjadi nitric oxide, senyawa yang membantu melebarkan pembuluh darah. Efeknya paling terasa pada perempuan pascamenopause, penderita hipertensi, dan atlet.

Dibanding jus buah lain, jus bit relatif lebih rendah gula. Karena itu, konsumsi hingga 500 mililiter per hari masih dinilai bermanfaat.

4. Jus Cranberry

Jus cranberry dikenal membantu mencegah infeksi saluran kemih berulang. Kandungan proanthocyanidins (PACs) di dalamnya mencegah bakteri seperti E. coli menempel pada dinding kandung kemih.

Sejumlah studi menunjukkan produk cranberry dapat menurunkan risiko infeksi saluran kemih hingga 30 persen secara keseluruhan, bahkan lebih tinggi pada perempuan dan anak-anak. Untuk manfaat optimal, jus cranberry harus 100 persen murni dan tanpa tambahan gula.

5. Jus Prune

Prune atau plum kering dikenal membantu pencernaan dan meredakan sembelit. Buah utuh tetap memberikan manfaat lebih besar, namun jus prune juga bisa membantu. Karena kandungan gula alaminya cukup tinggi, konsumsi jus prune sebaiknya tidak melebihi 150 mililiter per hari.

6. Jus Blueberry

Blueberry termasuk buah dengan kepadatan nutrisi tinggi. Kaya antioksidan, vitamin C dan K, mangan, serta serat. Konsumsi blueberry dikaitkan dengan kesehatan jantung, otak, dan metabolisme.

Dalam bentuk jus, blueberry dapat memberikan manfaat jangka pendek bagi fungsi pembuluh darah dan kognitif. Namun, para ahli tetap menyarankan konsumsi buah utuh untuk manfaat kesehatan jangka panjang.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |