Emiten FMCG RI Ini Dibidik Asing, Sahamnya Melejit 60%

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM), emiten distribusi barang kebutuhan cepat saji (FMCG) yang merupakan anak usaha dari PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI), dikabarkan tengah dijajaki untuk diakuisisi oleh investor strategis.

Kabar tersebut membuat harga sahamnya melesat bahkan sempat menyentuh level Auto-Rejection Atas (ARA) setelah sebelumnya mengalami penghentian sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena lonjakan harga yang signifikan.

Pencabutan suspensi perdagangan ini menjadi salah satu katalis kuat yang meningkatkan minat investor, terutama investor asing, yang mulai melirik peluang investasi strategis pada saham GRPM.

Direktur Utama PMUI sekaligus GRPM, Agus Susanto, dalam keterangannya menyatakan bahwa saat ini ada beberapa pendekatan dari investor asing terhadap GRPM, baik melalui penawaran kerja sama maupun potensi akuisisi strategis. Namun, manajemen menegaskan bahwa semua tawaran masih sedang dalam proses pengkajian due diligence dalam proses tersebut untuk memastikan keputusan yang diambil memberikan nilai tambah jangka panjang bagi semua pemegang saham.

"Kami memang menerima beberapa pendekatan dari investor asing. Manajemen saat ini dalam tahap perbincangan dengan pihak asing, yang saat ini sedang melakukan due dilegencenya" ujar Agus Susanto, President Director GRPM dalam pernyataannya, seperti dikutip Kamis (5/2/2026).

Pernyataan tersebut sangat menggambarkan bahwa GRPM memang sedang dalam tahap proses due dilegence untuk diakuisis pihak asing, hingga saat ini saham GRPM masih terus naik terdorong sentimen positif akan diakusisi oleh asing.

Sejak awal tahun 2026, pergerakan harga saham GRPM mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan - lebih dari 60% dari level sekitar Rp84 per saham menjadi sekitar Rp134 per saham, mencerminkan sentimen positif pasar terhadap prospek bisnis perusahaan.

Lonjakan harga ini sekaligus menjadi alasan BEI melakukan penghentian sementara perdagangan (Full Call Auction) sebelumnya sebagai langkah proteksi terhadap investor, sebelum kembali dibuka dan menarik minat pasar luas.

Dari sisi kinerja, Direktur lain dari GRPM, Lili Solihah, juga sebelumnya menekankan bahwa pertumbuhan penjualan sering didukung oleh momentum musiman seperti periode Ramadan dan momen festive yang memberikan kontributor signifikan terhadap volume penjualan tahunan.

Masuknya perhatian investor asing pada saham GRPM menjadi indikator bahwa modal global mulai mencari saham dengan fundamental yang kuat, terutama di sektor FMCG yang tahan terhadap siklus ekonomi. Ini sejalan dengan tren investor global yang masih memperhatikan peluang di pasar modal Indonesia secara selektif.

Dengan potensi ekspansi area distribusi dan keterlibatan merek global di portofolio produk, analis melihat bahwa GRPM memiliki potensi pertumbuhan yang terukur, terutama jika mampu mempertahankan efisiensi biaya dan menguatkan margin profit di tengah persaingan distribusi FMCG yang ketat.

Dengan dinamika yang sedang berlangsung - mulai dari minat investor asing yang meningkat, kenaikan harga saham yang spektakuler pasca FCA, serta pendekatan due diligence yang masih berlangsung - GRPM muncul sebagai salah satu saham dengan story yang kuat di pasar modal Indonesia saat ini.

(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |