Video: Kebijakan "Kurang" Ramah, Industri Sepatu RI Kalah Dari Vietnam

3 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global, industri persepatuan dan alas kaki Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan didukung potensi pasar, inovasi dan teknologi produk hingga dukungan kebijakan pemerintah.

Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), Anton J. Supit mengatakan industri persepatuan Indonesia berkembang ditopang potensi Indonesia sebagai kontraktor produksi merek sepatu global dan menjadi eksportir alas kaki dunia.

Saat ini industri alas kaki RI harus bersaing dengan China dan Taiwan yang erat kaitannya dengan daya saing dan iklim investasi serta kebijakan RI yang tidak ramah untuk industri padat karya seperti industri sepatu terkait perizinan hingga persoalan upah.

Saat ini ekspor sepatu RI mencapai USD 7 Miliar dari total total USD 400 Miliar perdagangan dunia sehingga potensinya masih sangat besar untuk diambil selain dapat menyerap banyak tenaga kerja dan mendorong ekonomi RI.

Di tengah perang saat ini, pelemahan daya beli menjadi tantangan bisnis persepatuan yang saat ini mengandalkan pasar AS dan Eropa

Seperti apa tantangan pengembangan industri alas kaki RI? bagaimana dampak perang Timur Tengah ke sektor ini? Selengkapnya dialog Shania Alatas dengan Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), Anton J. Supit dalam Manufacture Check, CNBC Indonesia (Jum'at, 24/04/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |