Terancam PHK, Said Iqbal Terima Keluhan Pekerja Rokok Putih Soal Cukai

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengaku menerima berbagai keluhan dari pelaku industri rokok putih atau rokok tanpa merk terkait tingginya tarif cukai. Menurutnya, persoalan tersebut berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha dan lapangan kerja.

Said mengatakan, dalam diskusi dengan para pelaku usaha, mereka mengaku tidak menolak membayar cukai. Namun, mereka menilai besaran tarif cukai saat ini terlalu tinggi.

"Saya diskusi dengan mereka rokok ilegal siap bayar cukai tapi yang mereka persoalkan cukainya mahal, padahal rokok ilegal ini diminati," kata Said dalam Konferensi Pers secara virtual, Minggu (28/6/2026).

Oleh sebab itu, ia berencana mengusulkan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa agar pemerintah mengevaluasi besaran cukai untuk segmen tersebut.

Said membeberkan bahwa industri rokok putih saat ini menyerap ratusan ribu tenaga kerja, mulai dari pekerja pabrik hingga petani tembakau. Petani tembakau bahkan lebih memilih menjual hasil panennya kepada produsen rokok putih karena harga pembelian yang dinilai lebih tinggi dibandingkan perusahaan rokok besar.

"Karena beli di harga lebih mahal kalau menjualnya petani tembakau ke perusahaan korporasi yang besar itu seperti PT J, PT GG itu kan besar itu harganya lebih rendah maka kualitas tembakau di rokok putih ini lebih bagus," katanya.

Ia mengakui persoalan tarif cukai merupakan isu yang tidak sederhana. Di satu sisi, pemerintah berkepentingan mengenakan cukai tinggi untuk pengendalian konsumsi rokok. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut juga berdampak terhadap keberlangsungan industri.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |