Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa lagi-lagi memastikan komitmen pemerintah untuk menjaga tata kelola fiskal sesuai batas-batas yang telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Keuangan Negara.
Ia mengatakan, dengan UU itu, pemerintah selama ini juga telah berkomitmen untuk menjaga defisit APBN sesuai batas aman di bawah 3% dari produk domestik bruto (PDB), demikian juga dengan rasio utang yang bahkan jauh di bawah batas aman 60% PDB.
Padahal, negara-negara maju, ia sebut sudah melampaui batas-batas aman pengelolaan APBN itu saat ini, seperti Jepang, Eropa, hingga Singapura yang rasio utangnya sudah menembus di atas 100% terhadap PDB nya.
"Jadi dengan standar yang paling ketat pun kita masih prudent, lihat Eropa mendekati 100%, Jepang, Singapura. Jadi harusnya saya aman jadi gak usah terlalu panik," tegas Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Lain halnya bila pemerintah sudah berhasil mendorong ekonomi lebih cepat dari yang dalam satu dekade terakhir stagnan di kisaran 5%. Bila tumbuh 7%, dan membutuhkan dana lebih besar mendorong ekonomi di atas 8%, ia memastikan tentu pemerintah membutuhkan pendanaan lebih besar, untuk memanfaatkan ruang fiskal yang sudah makin lebar.
"Anytime soon nanti kalau sudah 7% pertumbuhan dan perlu apa enggak kurangi debt atau tambahan untuk menembus 8%, ya belanja lah sebanyak-banyaknya, tapi inget kantong sendiri, jangan utang," paparnya.
(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: AMRO Ungkap Risiko Pembengkakan Rasio Utang RI Terhadap PDB

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)