Jakarta, CNBC Indonesia-Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat hari ini, Selasa (9/6/2026) dengan Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027.
Hadir mewakili Pemerintah, yaitu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Rachmat Pambudy. BI diwakili oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Deputi Aida S Budiman.
"Hari ini rapat kerja Banggar membahas KEMPPKF 2027 tentu dengan RKP," kata Ketua Banggar Said Abdullah membuka rapat.
Berikut Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027 yang akan menjadi pembahasan rapat:
1. Pertumbuhan Ekonomi RI: 5,8% - 6,5%
2. Inflasi nasional: 1,5% - 3,5%
3. Nilai Tukar Rupiah: Rp16.800 - Rp17.500 per Dolar AS
4. Suku Bunga SBN 10 Tahun: 6,5% - 7,3%
5. Harga Minyak Indonesia (Indonesia Crude Oil Price/ICP): US$70 - US$95 per barel
(mij/mij)
Addsource on Google






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522153/original/020711000_1772719961-Belum_waktunya_menyerah__penggawa______________DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlory__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509184/original/062087100_1771660915-20260220AA_Jean_Mota-3.jpg)
