Proyek KRL Green Line dan Cikampek Digeber, Sukabumi Harap Bersabar

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Harapan masyarakat Sukabumi untuk segera menikmati layanan Kereta Rel Listrik (KRL) tampaknya masih harus bersabar. Pemerintah mengisyaratkan pengembangan jaringan KRL dalam waktu dekat akan lebih diprioritaskan ke Green Line Tangerang dan perpanjangan lintas Cikarang-Cikampek sebelum proyek elektrifikasi menuju Sukabumi.

Prioritas tersebut muncul di tengah pembahasan lanjutan mengenai pengembangan jaringan commuter line. Pemerintah mulai memetakan proyek yang akan didahulukan seiring perubahan skema pengelolaan infrastruktur perkeretaapian. Saat ini fokus pengembangan masih diarahkan pada dua koridor yang menjadi penyangga Jakarta.

"Masih fokus utamanya di Green Line, lalu Cikarang-Cikampek," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono kepada CNBC Indonesia, Sabtu (27/6/2026).

Pernyataan itu sekaligus memberi gambaran bahwa rencana elektrifikasi lintas Bogor-Sukabumi yang sebelumnya sempat disampaikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) belum menjadi proyek yang diprioritaskan dalam waktu dekat. Sebelumnya, KAI membocorkan rencana menghadirkan layanan KRL hingga Sukabumi sebagai bagian dari perluasan jaringan Commuter Line Jabodetabek.

Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan perubahan dalam tata kelola pembangunan infrastruktur perkeretaapian. Nantinya, pembangunan prasarana tidak lagi menjadi domain utama Direktorat Jenderal Perkeretaapian, melainkan diserahkan kepada PT KAI sebagai operator.

"Nah ke depan kita itu akan menyerahkan itu kepada KAI sebagai operator. Kita nanti murni hanya sebagai regulator," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Dengan skema tersebut, proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek, termasuk pengadaan maupun pelelangan pekerjaan, akan berada di tangan BUMN perkeretaapian. Pemerintah menegaskan perannya bergeser menjadi pengawas agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

"Iya, silakan KAI (untuk lelang). Biar kita hanya mengawasi, nggak campur aduk. Jadi tidak nanti seolah lempar-lemparan. Jadi pertimbangan bisnisnya ya pertimbangan di KAI," kata Dudy.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |