Peringatan Darurat Bencana Besar, 120 Penerbangan Langsung Batal

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua badai tropis bergerak menuju Jepang secara bersamaan pada Jumat (26/6), memicu hujan lebat, banjir, dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

Kondisi cuaca ekstrem itu menyebabkan empat orang terluka, sementara lebih dari satu juta warga diminta mengungsi sebagai langkah antisipasi. Selain itu berdampak juga pada 120 penerbangan yang langsung batal.

Badai tropis Mekkhala, yang sebelumnya berstatus topan, telah diturunkan menjadi badai tropis. Meski begitu, badai tersebut masih membawa embusan angin hingga 108 kilometer per jam. Hujan deras juga telah mengguyur wilayah Jepang bagian selatan dan barat.

Berdasarkan prakiraan cuaca, Mekkhala akan melintasi wilayah Kyushu, Shikoku, dan Honshu sepanjang akhir pekan. Dampaknya diperkirakan meluas hingga kota-kota berpenduduk padat seperti Osaka, Nagoya, dan Tokyo.

Pada saat yang sama, badai tropis Higos juga bergerak di Samudra Pasifik dan diperkirakan akan berinteraksi dengan Mekkhala. Pertemuan kedua sistem cuaca tersebut berpotensi memicu fenomena atmosfer yang dikenal sebagai Fujiwhara effect, yakni kondisi ketika dua badai saling memengaruhi sehingga arah pergerakan dan kekuatannya menjadi lebih sulit diprediksi.

Juru Bicara Utama Pemerintah Jepang, Minoru Kihara, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi.

"Ada risiko hujan yang sangat lebat hingga mencapai tingkat peringatan," kata Kihara, dikutip dari CNA, Sabtu (27/6/2026).

Ia mengatakan, sejauh ini pemerintah menerima laporan satu orang mengalami luka serius dan tiga orang lainnya mengalami luka ringan. Selain itu, banjir juga merendam puluhan bangunan, terutama di Prefektur Kagoshima.

"Kami menyampaikan simpati yang tulus kepada semua pihak yang terdampak bencana ini, dan kami akan terus memperoleh gambaran yang akurat mengenai situasi kerusakan," ujarnya.

120 Penerbangan Dibatalkan

Dampak cuaca buruk juga mengganggu transportasi udara. Japan Airlines dan All Nippon Airways membatalkan total 120 penerbangan menuju dan dari wilayah Okinawa serta Kagoshima.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang menyebut pemerintah daerah telah mengimbau lebih dari satu juta penduduk untuk mengungsi karena meningkatnya risiko tanah longsor dan bencana lain akibat hujan deras.

Pemerintah daerah Kyoto dan Osaka juga melaporkan permukaan air sungai terus meningkat. Warga diminta tetap waspada terhadap ancaman banjir.

Sektor industri juga ikut terdampak. Toyota misalnya, yang menghentikan sementara operasional salah satu pabriknya di Kyushu akibat penutupan jalan yang dipicu hujan deras. Nissan juga berencana menghentikan sementara beberapa lini produksinya.

Selain itu, militer Jepang membatalkan penerbangan perdana pesawat angkut V-22 Osprey menuju Pulau Miyako yang semula dijadwalkan sebagai bagian dari latihan gabungan dengan Amerika Serikat.

Tidak hanya Jepang, badai Mekkhala juga memicu cuaca ekstrem di Taiwan. Lebih dari 1.600 orang dievakuasi dari rumah mereka, sementara sekolah dan perkantoran ditutup di sejumlah wilayah akibat hujan deras, banjir, dan tanah longsor.

Bencana tersebut menewaskan sedikitnya dua orang. Seorang perempuan berusia 73 tahun meninggal dunia setelah terseret arus banjir di Kota Pelabuhan Kaohsiung. Korban lainnya, perempuan berusia 49 tahun, ditemukan meninggal di dalam mobil yang terendam banjir di Kabupaten Hsinchu.

Seorang pria berusia 65 tahun juga dilaporkan hilang di Hsinchu setelah pergi memeriksa lahan pertaniannya.

Otoritas Taiwan pada Jumat memperingatkan potensi aliran puing berbahaya di kawasan pegunungan Kabupaten Hualien di timur, serta Kaohsiung dan Pingtung di selatan. Badan meteorologi setempat mencatat curah hujan di sejumlah wilayah telah mencapai 88 sentimeter sejak Kamis.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |