Jakarta, CNBC Indonesia - Suara tawa bukanlah hal yang hanya dimiliki manusia. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa gorila dan kera besar lainnya juga mengeluarkan suara khas yang mirip cekikikan saat digelitik atau sedang bermain. Temuan ini mengungkap akar sejarah evolusi komunikasi suara yang sudah berlangsung lebih dari 15 juta tahun.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Communications Biology terbitan Nature ini menganalisis pola ritme tawa dari spesies kera besar yang masih hidup saat ini dan manusia. Selain gorila, penelitian juga mencakup orang utan, simpanse, dan bonobo.
Para ilmuwan menemukan bahwa suara yang keluar saat gorila digelitik bukanlah reaksi kebetulan semata. Berikut alasan utama berdasarkan hasil penelitian:
- Sinyal permainan dan keamanan: Terkikik berfungsi sebagai tanda bahwa interaksi fisik itu bersifat bersahabat, bukan agresi. Suara ini menyampaikan niat baik, menjaga ikatan sosial, dan mencegah pertengkaran di dalam kelompok.
Reaksi biologis dan saraf yang sama: Saat digelitik, sistem saraf dan pernapasan bekerja serentak. Otak mengatur aliran napas dan getaran pita suara secara teratur. Hasilnya, muncul deretan suara dengan irama yang stabil dan teratur, disebut juga isokronus.
Warisan nenek moyang: Pola ritme tawa yang sama ditemukan pada semua jenis kera besar. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan ini sudah ada sejak zaman leluhur bersama sekitar 15 juta tahun silam, lalu berkembang seiring waktu.
Tim peneliti yang dipimpin Chiara De Gregorio merekam dan menganalisis 140 rangkaian tawa dari 17 individu. Perbandingan dilakukan antara tawa yang muncul saat digelitik dan saat bermain bebas.
- Tawa saat digelitik paling teratur: Pada kondisi digelitik, irama suaranya sangat stabil dan teratur seperti detak jam. Ini menjadi pola dasar yang paling jelas mencerminkan kendali otot pernapasan dan suara.
- Tawa saat bermain lebih bervariasi: Saat bergerak aktif, berguling, atau berkejaran, ritme menjadi lebih acak. Hal ini terjadi karena gerakan tubuh menekan rongga dada dan mengganggu siklus napas yang teratur.
- Manusia paling fleksibel: Seiring jalannya evolusi, ritme tawa menjadi makin cepat, bervariasi, dan bisa disesuaikan dengan situasi. Manusia memiliki variasi tertinggi, menjadi dasar kemampuan berbicara dan berbahasa yang lebih kompleks.
Penelitian ini menjelaskan bahwa tawa bukan sekadar ekspresi emosi, melainkan jejak evolusi yang terjaga selama jutaan tahun. Kemampuan mengatur ritme suara perlahan berkembang menjadi kendali vokal yang lebih luwes, yang akhirnya memungkinkan manusia mengembangkan bicara dan bahasa.
Dengan demikian, cekikan pada gorila saat digelitik adalah bukti nyata hubungan erat antara manusia dan kerabat terdekatnya di dunia hewan.
(dem/dem)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522153/original/020711000_1772719961-Belum_waktunya_menyerah__penggawa______________DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlory__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174269/original/058441100_1742913019-20250325BL_Timnas_Indonesia_Vs_Bahrain_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-15.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496722/original/026716900_1770597145-5.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249375/original/065795600_1749635323-viet_3.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5519387/original/022712600_1772553400-20260303IQ_Persija_Jakarta_vs_Borneo_Fc-7.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320148/original/037889300_1755588308-IDN_3825.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522156/original/054211700_1772720765-Half_Time________PERSIJAP_JEPARA_0_-_0_PERSIS_SOLO_persijapjepara__laskarkalinyamat__ukirsemangatbar.jpg)