Ngeri! Ini Deretan Perusahaan Pemenang Tender Terbesar Pemerintah AS

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menggelontorkan ratusan miliar dolar AS setiap tahun kepada sektor swasta melalui kontrak federal.

Namun, sebagian besar dana tersebut terkonsentrasi pada segelintir perusahaan, terutama di sektor pertahanan.

Berdasarkan data GovSpend dan Veridion, Lockheed Martin menjadi penerima kontrak terbesar pada tahun fiskal 2025 dengan nilai mencapai US$73,7 miliar atau sekitar Rp 1.300 triliun (US$1= Rp 17.775), lebih dari dua kali lipat dibanding General Dynamics yang berada di posisi kedua dengan US$35,9 miliar.

Dominasi Lockheed mencerminkan besarnya belanja Washington untuk program pertahanan strategis seperti jet tempur F-35.

Sektor pertahanan mendominasi daftar kontraktor terbesar pemerintah AS dengan delapan perusahaan masuk 14 besar.

Selain Lockheed Martin, terdapat General Dynamics, RTX (Raytheon), Boeing, Northrop Grumman, Huntington Ingalls Industries, L3Harris Technologies, dan BAE Systems. Kontrak yang mereka kantongi mencakup pengadaan jet tempur, rudal, kapal selam nuklir, kendaraan tempur hingga sistem komunikasi militer, menunjukkan tingginya prioritas AS dalam memperkuat kemampuan pertahanannya.

Di luar sektor militer, layanan kesehatan menjadi penerima dana terbesar berikutnya. UnitedHealth Group menempati posisi keempat dengan kontrak senilai US$25,4 miliar, menjadikannya perusahaan non-pertahanan terbesar dalam daftar.

Sementara itu, TriWest Healthcare Alliance, McKesson, dan Cencora memperoleh kontrak miliaran dolar untuk mendukung layanan kesehatan bagi veteran, keluarga militer, pegawai federal, serta distribusi obat-obatan ke berbagai fasilitas kesehatan pemerintah.

Perusahaan teknologi informasi dan keamanan siber juga semakin mendapat porsi besar dari anggaran federal. Leidos menerima kontrak senilai US$12,6 miliar dan Booz Allen Hamilton sebesar US$7,8 miliar pada tahun fiskal 2025.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan keamanan siber, kecerdasan buatan (AI), sistem data, hingga infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung operasi militer dan lembaga pemerintah AS di era modern.

(mae/mae)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |