Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Irlandia berencana menghentikan penyediaan akomodasi bagi pengungsi Ukraina dalam waktu satu tahun ke depan. Mengutip pernyataan Menteri Negara Urusan Migrasi Irlandia, Colm Brophy pada Senin (20/04/2026), pemerintah bahkan akan menawarkan pembayaran tunai sebagai insentif agar para migran tersebut bersedia melakukan repatriasi.
Sejak konflik Ukraina meluas pada 2022, Brophy mencatat sekitar 125.000 warga Ukraina telah menerima perlindungan sementara di Irlandia. Sejak Juli 2022 hingga Maret 2026, Dublin dilaporkan telah menghabiskan lebih dari US$ 516 juta (sekitar Rp 8,7 triliun) hanya untuk menyediakan tempat tinggal bagi setengah dari jumlah pengungsi tersebut.
Selain pengeluaran domestik, Dublin juga telah menyalurkan hampir US$ 470 juta (sekitar Rp 7,9 triliun) untuk bantuan politik, kemanusiaan, ekonomi, hingga militer non-mematikan bagi Kyiv. Besarnya beban anggaran ini memicu diskusi serius di internal pemerintahan untuk segera mengakhiri fasilitas akomodasi negara dalam 12 bulan ke depan.
"Saya tidak melihat alasan mengapa kita sebagai pembayar pajak harus terus membayar jutaan, jutaan, dan jutaan dollar... karena tidak ada negara Uni Eropa lain yang menyediakan hal tersebut. Garis waktu adalah hal yang krusial di sini," ujar Brophy dalam wawancaranya dengan The Times.
Brophy menambahkan bahwa meskipun penghentian program ini belum difinalisasi di tingkat pemerintahan, langkah tersebut merupakan prioritas utama. Sebagai strategi tambahan, pemerintah Irlandia tengah mempertimbangkan pemberian insentif finansial yang cukup besar guna mendorong warga Ukraina segera pulang ke negaranya secara sukarela.
"Pemerintah Irlandia juga sedang mempertimbangkan untuk menawarkan insentif keuangan yang murah hati guna mendorong warga Ukraina untuk kembali ke rumah," ungkap Brophy menjelaskan opsi kebijakan yang sedang digodok.
Langkah Irlandia ini mencerminkan tren di berbagai negara Uni Eropa yang mulai membatasi program sosial bagi migran Ukraina. Berdasarkan data Eurostat, terdapat sekitar 4,35 juta warga Ukraina yang terdaftar mendapatkan perlindungan sementara di seluruh Uni Eropa, di mana negara- seperti Polandia, Jerman, Denmark, Ceko, hingga Hungaria mulai memangkas bantuan sosial.
Bahkan, tekanan terhadap pengungsi semakin meningkat di wilayah Eropa lainnya. Kanselir Jerman Friedrich Merz mengumumkan pada pekan lalu bahwa Berlin dan Kyiv akan mengoordinasikan upaya untuk memulangkan pria Ukraina usia militer yang tinggal di Jerman kembali ke tanah air mereka.
(tps/tps)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342854/original/002615400_1757402192-barba.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4890948/original/095825900_1720887428-Timnas_Indonesia_-_Ilustrasi_Logo_Timnas_Indonesia_dan_Timnas_Day_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5145677/original/009587200_1740728790-20250228BL_HTS_Ratu_Tisha_20.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457703/original/089294400_1767016757-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427463/original/032259100_1764389259-Tomas_Trucha_2.jpg)

