Egi Melgiansyah Kenang Momen Marah-Marah ke Wasit dan Tertangkap Siaran Langsung 7 Tahun Lalu: andai Sudah Ada VAR

4 hours ago 1

Bola.com, Jakarta - Mantan penggawa Persita Tangerang, Egi Melgiansyah rupanya masih ingat betul sebuah momen menarik dirinya saat masih aktif berkarier di Liga Indonesia. Pria berusia 35 tahun itu telah memutuskan pensiun pada 2024.

Egi Melgiansyah malang melintang di beberapa klub sepanjang kariernya di Liga Indonesia. Selain menjadi pemain paten di Persita, ia tercatat juga pernah memperkuat Arema, Borneo FC, Persija, Perserang, hingga pensiun di Adhyaksa FC.

Sebuah momen yang selalu dikenang adalah pertandingan pertandingan perebutan tempat ketiga Liga 2 2018 yang mempertemukan Persita Tangerang melawan Kalteng Putra. Berlangsung di Stadion Pakansari, Selasa 4 Desember 2018, beberapa keputusan wasit yang kontroversial pun terjadi pada laga tersebut.

Novari Ikhsan selaku wasit pada laga tersebut mendapat protes keras kala pertandingan akan segera berakhir. Protes keras itu muncul dari Egi Melgiansyah selaku kapten Persita, yang merasa timnya dicurangi wasit pada laga yang dimenangkan Kalteng Putra 0-2.

Hebohnya Lanjutan BRI Super League 2025/2026 terekam saat suporter Persita Tangerang merayakan gol spektakuler Hokky Caraka ke gawang Persik Kediri. Momen tersebut terjadi di Indomilk Arena pada Minggu (21/12/2025), saat pemain muda ini melepaskan te...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bikin Emosi

Kamera televisi secara live mengarah ke percakapan antara Egi Melgiansyah dengan pengadil lapangan saat itu. Ia marah-marah sebagai bentuk protes ke wasit. Tayangan langsung dalam momen percakapannya dengan wasit kala itu kemudian menjadi viral.

Masih terpatri dalam ingatan Egi Melgiansyah mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu. Baru-baru ini, Egi menjadi tamu dalam podcast Bicara Bola yang dipandu Alfonsus Kelvan. Salah satu hal yang dibahasnya adalah peristiwa tujuh tahun lalu di Pakansari tersebut. Lantas apa kata Egi Melgiansyah?

"Saya marah-marah waktu itu kan ada alasannya. Keputusan wasit enggak jelas waktu itu. Dua kali pemain lawan handball di kotak penalti, tapi enggak pernah dianggap pelanggaran sama wasit. Padahal jelas-jelas wasitnya sangat dekat dengan si pemain," kenang Egi Melgiansyah.

Dilempar Sana-Sini

Setelah tak puas dengan kinerja wasit utama, membuat Egi Melgiansyah kemudian menghampiri hakim garis yang merupakan asisten wasit.

Sama seperti sebelumnya, ia menanyakan kenapa terjadi pembiaran ketika pemain lawan melakukan pelanggaran yang jelas-jelas terlihat dengan mata kepala. Tapi Egi merasa seperti dilempar sana sini, baik oleh wasit utama maupun hakim garis.

"Untuk itu saya mendatangi hakim garis. Saya bilang bilang itu bagaimana? Saya bilang itu masak bola kayak begitu keputusannya di sana. Nah, ketika tanya ke hakim garis bilangnya keputusan di wasit tengah," tutur Egi Melgiansyah.

"Aduh, sampai saya bilang Ya Allah, saya bilang sampai Astaghfirullah hal adzim sampai menjadi viral. Maksud saya setidaknya ketika dua atau tiga kali handsball kenapa masih dibiarkan saja," lanjutnya.

Andai Sudah Ada VAR

Menurut Egi Melgiansyah, momen yang kemudian menjadi viral saat itu mungkin tidak akan terjadi jika sudah ada teknologi Video Assistant Referee (VAR). Sayangnya penggunaan VAR di Indonesia baru ada lima tahun setelah kejadian yang dialami Egi.

Seperti diketahui, VAR pertama kali digunakan di Indonesia pada ajang Piala Dunia U-17 2023 di Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya. Kemudian berlanjut diimplementasikan ke kompetisi profesional Liga 1.

Hingga akhirnya Teknologi VAR mulai diterapkan secara bertahap pada Championship Series Liga 1 2023/2024 dan digunakan penuh pada musim berikutnya sampai dengan saat ini.

"Kalau ada VAR ya mungkin ya bisalah bicara," tandasnya.

Sumber: Bicara Bola

Yuk Lihat Peta Persaingan

Read Entire Article
| | | |