Dolar AS Loyo, Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp16.755/US$

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah bergerak positif pada perdagangan Selasa (3/2/2026), dengan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, rupiah menutup perdagangan dengan apresiasi 0,18% ke posisi Rp16.755/US$. Kinerja ini berbalik arah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya, ketika rupiah melemah tipis 0,03% di level Rp16.785/US$.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah sudah dibuka menguat di Rp16.750/US$ atau naik 0,21%. Dengan demikian, rupiah bergerak dalam rentang Rp16.750-Rp16.785/US$ di sepanjang perdagangan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau berada di zona merah dengan koreksi 0,27% ke level 97,371. Pergerakan ini berbanding terbalik dari penutupan perdagangan sebelumnya, saat DXY menguat tajam 0,66% ke posisi 97,632.

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. Dolar kembali turun setelah sempat pulih dalam beberapa hari terakhir usai pencalonan Kevin Warsh sebagai kandidat ketua Federal Reserve memunculkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Namun, pelaku pasar menilai kondisi fundamental yang mendorong tren pelemahan dolar belum berubah, sementara ketidakpastian kebijakan AS tetap tinggi. Tekanan juga datang dari isu fiskal, setelah otoritas tenaga kerja AS menyatakan rilis data ketenagakerjaan nonfarm payrolls yang dijadwalkan Jumat berpotensi tertunda akibat partial government shutdown.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menegaskan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan terus menguat, sesuai dengan kuatnya fundamental ekonomi Indonesia.

"Jadi kemarin-kemarin kan di level Rp 16.900-an kan ya, pelan-pelan kemudian sekarang di level Rp 16.700-Rp 16.800. Kita tentunya optimis bagaimana disampaikan Pak Gubernur bahwa rupiah akan cenderung menguat," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di kawasan Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).

"Karena prospek ekonomi Indonesia, karena fundamental Indonesia bagus, dan juga tentunya karena yield surat berhaga Indonesia yang kompetitif. Dan kita harapkan semua pihak juga bisa ikut sama-sama menciptakan kondisi yang kondusif untuk pasar keuangan Indonesia yang lebih baik," tegasnya.

Ramdan Denny juga memastikan BI akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan, termasuk intervensi bila diperlukan.

"Artinya BI tetap akan mengoptimalkan semua instrumen yang ada untuk membawa rupiah itu stabil dan cenderung menguat, kan gitu ya. Dan ini yang kita lakukan apabila diperlukan bisa intervensi ya, baik di pasar domestik maupun di pasar offshore. Dan tentunya kan secara bertahap rupiah bisa dibuat stabil," paparnya.

(evw/evw)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |