Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa merek mobil diketahui jarang mengalami kerusakan dalam jangka waktu beberapa tahun, di mana hal ini bisa menjadi pilihan untuk yang sedang mencari mobil.
Lembaga riset asal Amerika Serikat (AS), J.D Power kembali merilis mobil-mobil yang jarang mengalami kerusakan khususnya di AS. J.D Power mengambil data setahun terakhir pada mobil yang sudah berusia lebih dari 3 tahun.
J.D Power mencari tahu berapa banyak masalah yang dialami per 100 kendaraan dan yang memiliki skor kecil lah yang terbaik. Permasalahan tersebut meliputi eksterior, transmisi dan mesin, sistem navigasi, hiburan, komunikasi, interior, pengalaman berkendara, fitur-fitur, AC, hingga jok
Lexus dan Buick meraih angka yang paling memuaskan dengan masing-masing skor 151 dan 160. Sementara posisi ketiga diisi pabrikan asal Inggris, yakni Mini dengan skor 168. Kemudian ada Cadillac, Chevrolet, Subaru, Porsche, Toyota, Kia, dan Nissan melengkapi 10 besar.
Sementara itu, posisi paling buncit diisi pembuat mobil asal Jerman, Volkswagen dengan 301 kasus per 100 mobilnya. Secara rata-rata terdapat 204 kasus per 100 mobil, yang sebagian besar disebabkan oleh masalah infotainment, konektivitas ponsel pintar, dan masalah terkait perangkat lunak.
Masalah Perangkat Lunak Menjadi Masalah Terbesar
Meskipun keandalan mekanis telah meningkat di banyak bidang, masalah yang berkaitan dengan teknologi terus memburuk.
JD Power menemukan bahwa sistem infotainment merupakan yang paling bermasalah dari sembilan kategori yang diukur, menjadikan perangkat lunak sebagai perhatian yang lebih besar daripada komponen mekanis tradisional.
Masalah konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay tetap menjadi masalah yang paling banyak dilaporkan di industri ini untuk tahun ketiga berturut-turut.
Perbedaan Sistem Penggerak Terus Bermunculan
Studi ini juga menyoroti perbedaan signifikan antara sistem penggerak kendaraan.
Kendaraan plug-on hybrid merupakan kategori yang paling tidak dapat diandalkan, mencatat 281 masalah per 100 kendaraan, peningkatan tajam dari tahun sebelumnya.
Sebaliknya, kendaraan bertenaga bensin adalah satu-satunya jenis sistem penggerak yang menunjukkan peningkatan, dengan rata-rata mencapai 198 dari PP100.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(chd/luc)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522153/original/020711000_1772719961-Belum_waktunya_menyerah__penggawa______________DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlory__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509184/original/062087100_1771660915-20260220AA_Jean_Mota-3.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496722/original/026716900_1770597145-5.jpg)
