Jakarta, CNBC Indonesia - Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2026 membukukan surplus sebesar US$ 960 juta. Surplus ini lebih rendah dari surplus bulan sebelumnya, Desember 2025, US$ 2,51 miliar. Adapun, ini adalah surplus 69 bulan beruntun sejak Mei 2021.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus ini disumbang kinerja ekspor yang mencapai US$ 22,16 miliar, sementara impor hanya US$ 21,20 miliar.
Surplus ini lebih rendah dibandingkan catatan pada Januari 2025. Sebagai informasi, pada akhir tahun lalu, neraca perdagangan juga telah mencatat surplus sebesar US$ 2,52 miliar, melampaui estimasi konsensus yang berada di angka US$ 2,45 miliar.
Surplus pada Desember 2025 ini diiringi oleh lonjakan performa ekspor yang tumbuh 11,64% secara tahunan (yoy) menjadi US% 26,35 miliar, menandai laju pertumbuhan tercepat sejak Februari 2025.
Pertumbuhan ekspor pada akhir tahun lalu membalikkan kontraksi 6,6% yang terjadi pada November.
Meski begitu, dari sisi impor, aktivitas belanja luar negeri juga mencatat kenaikan tajam sebesar 10,81% dengan nilai US$ 23,83 miliar, jauh di atas ekspektasi pasar yang memproyeksikan penurunan 0,7%.
(arj)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506324/original/047698600_1771428617-1000366559.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522153/original/020711000_1772719961-Belum_waktunya_menyerah__penggawa______________DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlory__1_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)