Bos Mobil China DFSK Blak-Blakan Soal Investasi di Pasar RI

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Jauh sebelum gelombang merek otomotif China ramai memasuki pasar Indonesia beberapa tahun terakhir, brand asal China DFSK  termasuk sudah lama menancapkan investasi dengan membangun fasilitas produksi di Cikande, Tangerang Banten pada 2017.

Sejak awal kehadirannya, DFSK memilih jalur investasi langsung dengan membangun basis manufaktur berteknologi otomatisasi tinggi, menyiapkan gudang suku cadang, hingga melakukan reinvestasi untuk mendukung pengembangan kendaraan energi baru. Strategi ini membuat Indonesia bukan hanya pasar penjualan, tetapi juga pusat produksi sekaligus ekspor.

Langkah tersebut menandai pendekatan jangka panjang, bukan sekadar strategi penetrasi pasar sesaat. Manajemen perusahaan menilai posisi Indonesia semakin krusial dalam peta bisnis regional mereka, terutama di Asia Tenggara.

"Keputusan untuk terus berinvestasi di Indonesia merupakan bagian dari strategi jangka panjang DFSK. Pembaruan identitas global ini memperkuat posisi Indonesia sebagai fondasi penting bagi pengembangan bisnis dan strategi regional DFSK di Asia Tenggara," ujar Franz Wang, Chief Operating Officer PT Sokonindo Automobile dalam Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2026, Jumat (6/2/2026).

Seiring perjalanan bisnisnya, Indonesia tidak hanya menjadi basis produksi untuk memenuhi kebutuhan domestik, melainkan juga dijadikan hub ekspor ke sejumlah negara. Produk yang dihasilkan di dalam negeri pun diposisikan sebagai produk lokal dengan standar kualitas global.

Di segmen kendaraan listrik, DFSK termasuk pemain awal yang masuk melalui model Gelora E. Mobil niaga ringan berbasis baterai ini diproduksi dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri sebesar 44%, Gelora E dipasarkan dengan harga Rp 248 juta on the road Jakarta dan diklaim sebagai kendaraan komersial listrik ringan pertama di Indonesia yang menawarkan efisiensi energi penuh berbasis listrik.

Varian minibus Gelora E memiliki kapasitas tujuh penumpang dan menyasar berbagai kebutuhan operasional, mulai dari angkutan umum, shuttle, travel, hingga sektor pariwisata dan antar jemput karyawan. Model pada segmen kendaraan niaga elektrifikasi ini muncul saat pesaing masih relatif minim saat pertama kali diperkenalkan.

Selain lini kendaraan komersial, DFSK juga membawa merek SERES untuk segmen mobil listrik penumpang berukuran kompak. SERES E1 dipasarkan mulai Rp 189 juta on the road Jakarta dengan dua pilihan tipe, yakni B-Type dan L-Type.

Perbedaan utama kedua tipe terletak pada kapasitas baterai dan jarak tempuh. Tipe B menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 13,8 kWh dengan jarak tempuh maksimal 180 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Sementara tipe L dibekali baterai 16,8 kWh yang mampu menempuh hingga 220 kilometer.

Pengisian daya SERES E1 diklaim dapat dilakukan dalam waktu sekitar 3,5 hingga 4 jam menggunakan instalasi listrik rumah tangga maupun stasiun pengisian kendaraan listrik umum melalui konektor AC Type 2 yang telah menjadi standar di Indonesia. Baterainya juga telah mengantongi sertifikasi IP67.

(hoi/hoi)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |