Bermodal CASA Tebal, Kredit BNI Tumbuh 15,9% Sepanjang 2025

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan penyaluran kredit sebesar 15,9% secara tahunan atau year on year (yoy). Torehan itu didukung oleh ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif.

Pertumbuhan tersebut juga ditopang oleh struktur pendanaan yang semakin kuat. Struktur pendanaan berbasis dana murah (CASA) BNI semakin solid, menopang efisiensi biaya dana di tengah dinamika pasar.

"Strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio di tengah perlambatan ekonomi global," ujar Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena dalam keterangan pers, Selasa (3/2/2026).

Hingga akhir 2025, pertumbuhan kredit yang mencapai double digit itu sepenuhnya didanai oleh dana murah dengan pertumbuhan CASA sebesar 28,9% yoy, ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 43,8% yoy dan tabungan yang mencatat pertumbuhan 11,2% yoy. Struktur pendanaan yang sehat tersebut menopang pengelolaan likuiditas secara optimal.

Sementara dari sisi kualitas aset, BNI mencatatkan perbaikan berkelanjutan yang tercermin dari penurunan rasio non-performing loan (NPL) dan Loan at Risk (LaR).

NPL bruto tercatat sebesar 1,9% atau membaik 10 bps yoy, sementara Loan at Risk (LaR) 8,5% atau membaik 1,8% yoy, mencerminkan penurunan eksposur risiko kredit secara menyeluruh dan sudah kembali ke kondisi sebelum pandemi.

Di sisi lain, NPL coverage ratio mencapai 205,5% dan LaR coverage ratio mencapai 46,9%, menunjukkan tingkat pencadangan yang kuat dan prudent dalam mengantisipasi potensi tekanan risiko ke depan.

"Kami terus memperkuat proses underwriting, pemantauan portofolio secara granular, serta penanganan kredit bermasalah secara dini. Pemanfaatan data analytics dan early warning system menjadi kunci untuk menjaga kualitas aset tetap terkendali," jelas Paolo.

Dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan yang solid, serta kualitas aset yang membaik, BNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp20,0 triliun sepanjang 2025.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |