Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan kecil tertentu setelah makan ternyata dapat mengurangi lonjakan gula darah, mencegah penurunan drastis, meningkatkan energi, dan mendukung kesehatan metabolisme secara keseluruhan.
Menjaga stabilitas glukosa bukan hanya urusan penyandang diabetes, tetapi juga kunci untuk menjaga level energi dan mencegah peradangan kronis.
Berdasarkan saran para ahli gizi, berikut adalah tiga hal sederhana namun efektif yang harus dilakukan setelah makan untuk mengoptimalkan metabolisme tubuh melansir Eating Well.
1. Berjalan Kaki Selama 10 Menit
Gerakan ringan setelah makan adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi respons gula darah tubuh terhadap makanan.
"Berjalan kaki setelah makan efektif karena membantu tubuh Anda menggunakan glukosa dari makanan Anda segera, alih-alih membiarkannya menumpuk di aliran darah Anda," kata pendidik diabetes Amy Kimberlain.
Selain itu, ia menunjukkan, olahraga juga mengalihkan aliran darah dari usus, sehingga mengurangi penyerapan glukosa.
Sebuah studi kecil menemukan bahwa berjalan kaki selama 10 menit setelah makan secara efektif menurunkan kadar glukosa darah pada orang dewasa muda yang sehat lebih baik daripada kelompok kontrol yang beristirahat.
Selain itu, efek berjalan kaki selama 10 menit serupa dengan berjalan kaki selama 30 menit, sehingga para peneliti merekomendasikan jalan-jalan singkat karena lebih praktis untuk kehidupan sehari-hari. Dan dalam penelitian yang melibatkan penderita diabetes tipe 2, aktivitas fisik yang dilakukan tepat setelah makan juga efektif dalam menurunkan gula darah dan mungkin merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan pengelolaan gula darah jangka panjang.
Grace Derocha, RDN, CDCES, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics mengatakan bahwa Anda juga bisa melakukan pekerjaan di sekitar rumah, baik itu pekerjaan rumah tangga ringan, membersihkan meja, atau mencuci piring.
2. Minum Air Putih
Minumlah air setelah makan tetapi pastikan air putih. Idealnya, Anda juga minum air putih selama makan.
"Minum air putih dapat membantu, tetapi tidak akan menghentikan lonjakan gula darah dengan sendirinya karena ini lebih merupakan strategi pendukung daripada intervensi yang ampuh seperti berjalan kaki," kata Kimberlain.
Air putih membantu ginjal Anda dalam menghilangkan kelebihan glukosa dari aliran darah, jelasnya. Tetap terhidrasi membantu menjaga volume darah normal, yang juga berdampak pada kadar gula darah.
"Minum air putih mengencerkan konsentrasi dan mendukung angka yang lebih stabil," kata Kimberlain.
3. Tambahkan Makanan Penutup Buah yang Sehat
Setelah selesai makan makanan utama disarankan untuk menambahkan serat atau buah sebagai hidangan penutup. Makanan tertentu yang di makan dapat mendukung respons glukosa yang lebih lancar, serta pencernaan.
Direkomendasikan untuk mengonsumsi buah tinggi serat (seperti beri) atau makanan penutup kaya serat (seperti puding biji chia). Serat membantu memperlambat penyerapan makanan karbohidrat dari makanan. Dan terkadang Anda hanya membutuhkan sedikit sesuatu yang manis untuk memberi tahu Anda bahwa Anda sudah selesai makan.
"Jika Anda tidak menyukai makanan manis, akhiri makan malam dengan makanan fermentasi seperti kimchi, misalnya. Makanan fermentasi dapat membantu mengatur metabolisme glukosa, dan sifat probiotiknya membantu pencernaan dan mengurangi peradangan," kata Derocha.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372801/original/040806000_1759769523-1000224866.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)